Palu Hari Ini

Tolak Revisi UU KPK, Puluhan Mahasiswa di Palu Datangi DPRD Sulteng

Puluhan mahasiswa mendatangi Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulteng, Selasa (17/9/2019).

Tolak Revisi UU KPK, Puluhan Mahasiswa di Palu Datangi DPRD Sulteng
Tribunpalu.com/Abdul Humul Faaiz
Puluhan mahasiswa demonstrasi di depan gedung DPRD Sulteng rolak Revisi UU KPK, Selasa (17/9/2019). 

TRIBUNPALU.COM, PALU - Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Kota Palu kembali mendatangi Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulteng, Selasa (17/9/2019).

Kedatangan mereka kali ini untuk menyuarakan aspirasi dan menolak Revisi Undang-undang (RUU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Seperti aksi-aksi biasanya, massa bergantian berorasi sebagai ketegasan mereka menolak rencana direvisinya UU KPK yang digulirkan DPR RI pada 6 September 2019.

Menurut Wakil Ketua KPK, Laode M Syarif, Ini Poin-poin Hasil Revisi yang Lemahkan Penindakan KPK

Koordinator Aksi, Salahuddin mengatakan, ada beberapa alasan mendasar kenapa RUU KPK mendapat penolakan.

Terkait DPR akan mengatur kewenangan penyadapan.

Menurutnya DPR tak perlu membatasi KPK dalam aktivitas tersebut.

Puluhan mahasiswa demonstrasi di depan gedung DPRD Sulteng rolak Revisi UU KPK, Selasa (17/9/2019).
Puluhan mahasiswa demonstrasi di depan gedung DPRD Sulteng rolak Revisi UU KPK, Selasa (17/9/2019). (Tribunpalu.com/Abdul Humul Faaiz)

Apalagi dengan menyerahkan kewenangan persetujuannya ke lembaga lain di luar KPK.

"Sebab akan berdampak tidak maksimalnya kinerja KPK," katanya.

Soal penyadapan, kata dia, sama saja mengintervensi independesi lembaga itu.

Begitu juga soal pembatasan nilai kasus korupsi yang dapat ditangani KPK hanya di atas Rp1 Miliar.

Salahuddin menilai hal tersebut tidak tepat.

Fraksi Partai Demokrat Tidak Setuju Dewan Pengawas KPK Dipilih Presiden

"Untuk itu kami tegaskan menolak Revisi Undang Undang KPK dan mendesak presiden untuk menolak itu," tegasnya.

Aspirasi puluhan mahasiswa ini kemudian diterima oleh beberapa perwakilan anggota dewan di satu ruangan.

Sejumlah mahasiswa kemudian menyampaikan secara langsung aspirasi mereka agar dapat didengar di tingkat pusat.

(Tribunpalu.com/Abdul Humul Faaiz)

Penulis: Faiz Sengka
Editor: Wulan Kurnia Putri
Sumber: Tribun Palu
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved