Palu Hari Ini

Tepat Setahun Bencana, Puluhan Siswa Sekolah Dasar di Balaroa Tabur Bunga di Area Eks Likuefaksi

Puluhan pelajar dari sejumlah sekolah dasar di Kelurahan Balaroa, Kecamatan Palu Barat, berkunjung ke area eks likuefaksi Balaroa, Sabtu (28/9/2019)

Tepat Setahun Bencana, Puluhan Siswa Sekolah Dasar di Balaroa Tabur Bunga di Area Eks Likuefaksi
TRIBUNPALU.COM Muhakir Tamrin
Pelajar sekolah dasar bersama guru menabur bunga di area eks likuefaksi Balaroa mengenang 1 tahun bencana, Sabtu (28/9/2019) pagi. 

TRIBUNPALU.COM, PALU -- Puluhan pelajar dari sejumlah sekolah dasar di Kelurahan Balaroa, Kecamatan Palu Barat, berkunjung ke area eks likuefaksi Balaroa, Sabtu (28/9/2019) pagi.

Tepat di peringatan 1 tahun bencana Provinsi Sulawesi Tengah, para pelajar itu melakukan tabur bunga.

Tabur bunga dilakukan untuk mengenang puluhan korban pelajar yang sekolah di beberapa SD di Kelurahan Balaroa.

Beberapa sekolah dasar yang terdampak dan siswanya menjadi korban, yakni SDN Inpres Perumnas Balaroa, SDN Balaroa, SDN Inpres Balaroa, dan MIS Al Muhajirin Balaroa.

Kepala SDN Inpres Perumnas Balaroa, Sitti Utari menjelaskan, tabur bunga dilakukan dalam rangka mengenang masyarakat khususnya pelajar sekolah dasar yang menjadi korban likuefaksi.

Suasana haru saat pelajar di Kelurahan Balaroa mengunjungi area eks likuefaksi Balaroa, Sabtu (28/9/2019) pagi.
Suasana haru saat pelajar di Kelurahan Balaroa mengunjungi area eks likuefaksi Balaroa, Sabtu (28/9/2019) pagi. (TRIBUNPALU.COM Muhakir Tamrin)

Untuk siswanya, ada sebanyak 53 orang yang menjadi korban ganasnya bencana gempa bumi dan likuefaksi.

"Sebagian ada yang ditemukan, sebagian lagi sampai detik ini belum diketahui di mana jasadnya," jelas Sitti.

Lanjut Sitti, bahkan ada sejumlah orangtua siswa yang mengambil tanah likuefaksi Balaroa yang diyakini tempat anaknya hilang dan tertimbun.

Tanah itu kemudian dipindahkan ke lingkungan tempat pemakaman umum kemudian diberikan nisan.

Prosesi tabur bunga selesai sekitar pukul 08.00 Wita.

Selama prosesi tabur bunga itu, kesedihan tampak dari sejumlah pelajar.

Bahkan ada beberapa di antara mereka yang tak sanggup menahan air mata.

Sebab, bagi siswa yang selamat, tak sedikit dari mereka yang kehilangan sanak keluarga. (TribunPalu.com/Muhakir Tamrin)

Penulis: Haqir Muhakir
Editor: Wulan Kurnia Putri
Sumber: Tribun Palu
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved