Sulteng Hari Ini

10 Orang Ditetapkan Sebagai Tersangka Pembakaran Lapas Perempuan, 2 Masih Buron

Sepuluh orang ditetapkan sebagai tersangka pembakaran Lembaga Pemasyarakatan Perempuan (LPP) Kelas III Palu, Selasa (8/10/2019) siang.

10 Orang Ditetapkan Sebagai Tersangka Pembakaran Lapas Perempuan, 2 Masih Buron
TRIBUNPALU.COM/Muhakir Tamrin
Para tersangka pembakaran Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Kelas IIIa Palu di Desa Maku, Kabupaten Sigi, Selasa (8/10/2019). 

TRIBUNPALU.COM, SIGI -- Sepuluh orang ditetapkan sebagai tersangka pembakaran Lembaga Pemasyarakatan Perempuan (LPP) Kelas IIIa Palu, Selasa (8/10/2019) siang.

Dari sepuluh orang tersangka itu, delapan orang sudah berhasil diamankan pihak kepolisian.

Sedangkan dua tersangka lainnya, masih dalam pencarian, bersama empat warga binaan lapas lainnya.

Kapolres Sigi AKBP Wawan Sumantri mengatakan, kesepuluh tersangka itu atas nama Mona, Rosmani, Atriwenda, Elisa Tamalanga, Tenri Sanna, Ruhena, Siti Hadija, Farida Ariani, Maslia, dan Diana Tangkudung.

"Dari ke-10 yang telah ditetapkan sebagai tersangka itu, dua di antaranya masih dalam pencarian, yakni Mona dan Maslia," jelas Kapolres Wawan.

Kapolres Sigi AKBP Wawan Sumantri merilis nama-nama tersangka pembakaran Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Kelas IIIa Palu, Selasa (8/10/2019).
Kapolres Sigi AKBP Wawan Sumantri merilis nama-nama tersangka pembakaran Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Kelas IIIa Palu, Selasa (8/10/2019). (TRIBUNPALU.COM/Muhakir Tamrin)
Para tersangka pembakaran Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Kelas IIIa Palu di Desa Maku, Kabupaten Sigi, Selasa (8/10/2019).
Para tersangka pembakaran Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Kelas IIIa Palu di Desa Maku, Kabupaten Sigi, Selasa (8/10/2019). (TRIBUNPALU.COM/Muhakir Tamrin)

Melarikan Diri Saat Lapas Perempuan Palu Kebakaran, 32 Napi Sudah Kembali Menyerahkan Diri

Kebakaran LPP Kelas IIIa Palu, Polisi Sementara Menduga Narapidana Sengaja Bakar Lapas

Lapas Perempuan di Sigi Terbakar, Puluhan Warga Binaan Kabur

Berdasarkan hasil penyidikan, kata Kapolres Wawan, diketahui bahwa motif dari pembakaran dan pengrusakan tersebut adalah supaya para narapidana memiliki kesempatan untuk melarikan diri.

Selain itu, ada tuntutan dari sebagian narapidana yang hendak meminta remisi gempa yang dijanjikan, akan tetapi hingga saat ini belum turun.

Serta adanya ketidaksenangan sebagian narapidana atas sikap tegas dari Kalapas dan para Petugas Lapas.

Modusnya, kata Wawan, para warga binaan membuat kekacauan dalam blok dengan cara membakar sel.

Sehingga petugas jaga membuka pintu sebagai akses keluar untuk melarikan diri.

Halaman
12
Penulis: Haqir Muhakir
Editor: Rizkianingtyas Tiarasari
Sumber: Tribun Palu
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved