Palu Hari Ini
18 Penyintas di Pengungsian Balaroa jadi Korban Penipuan Sembako Murah
18 warga penyintas yang menghuni lokasi pengungsian tenda darurat di Kelurahan Balaroa, Kecamatan Palu, menjadi korban penipuan sembako murah.
Penulis: Haqir Muhakir |
Mengetahui hal itu, koordinator pengungsi Balaroa Abas Yadi, langsung mengimbau para penyintas lainnya agar berhati-hati dengan modus penipuan yang serupa.
Sebab, sampai dengan Jumat siang hari ini perempuan tersebut sudah tidak ada kabar.
"Kita imbau dengan cara datangi warga yang lain, dan pengungsian lainnya seperti Duyu dan lainnya, biar tidak jadi korban," kata Abas.
(TribunPalu.com/Muhakir Tamrin)
Kisah Pengungsi Palu yang Bangkit Setelah Temukan Peralatan Usaha yang Dulu Ditelan Bumi
Berikut kisah kebangkitan pengungsi di Kota Palu setelah berhasil menemukan kembali peralatan usahanya yang sempat hilang tertelan bumi saat bencana 2018 lalu.
Perlengkapan untuk dekorasi pengantin tampak tersusun rapi di sudut kamar bilik hunian sementara (Huntara) P2 Petobo, Kecamatan Palu Selatan, Kota Palu, Sulawesi Tengah.
Perlengkapan dekorasi pengantin itu milik Warsito (40) atau yang biasa dipanggil Sito.
Dari raut wajahnya, Sito tampak bahagia.
Rupanya, awal Agustus 2019 ini, Sito tengah menerima pesanan untuk usaha yang sudah lama digelutinya.
“Alhamdulillah, ini merupakan orderan kelima sejak perlengkapan dekorasi pengantin saya ditemukan di lokasi Petobo yang tertimbun itu,” kata Sito saat ditemui di bilik Huntara yang ditempatinya, Senin (5/8/2019).
Sito menceritakan bahwa saat terjadi likuefaksi di Petobo, pada 2018 lalu, bangunan rumahnya terseret lumpur dan habis tertelan bumi.
Semua perlengkapan untuk dekorasi pengantin yang disimpan di dalam rumahnya ikut terkubur.
Sito dan dua saudari perempuannya selamat.
Mereka bingung, menangis dan seakan tidak percaya dengan apa yang baru menimpa mereka pada saat itu.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palu/foto/bank/originals/pengungsian-balaroa.jpg)