Breaking News:

Kabar Tokoh

Eks CEO Gojek Ungkap Alasan Terima Tawaran jadi Menteri, Nadiem: Semoga Saya Tak Kecewakan Milenial

Sering jadi pertanyaan karena unggul di bidang SDM, begini alasan CEO Gojek terima tawaran Presiden Jokowi jadi Mendikbud di Kabinet Indonesia Maju.

YouTube/KemendikbudRI
Nadiem Makarim saat memberikan pidato di Upacara Hari Peringatan Sumpah Pemuda di kantor Kemendikbud di Jakarta, Senin (28/10/2019) 

Hal inilah yang mendasari Jokowi memilih Nadiem Makarim untuk menjabat sebagai Mendikbud.

"Oleh sebab itu kenapa dipilih mas Nadiem Makarim," ujarnya.

Nadiem dinilai Jokowi mampu mengelola pendidikan di Indonesia.

Hal ini telah dilihat dari rencana-rencanan Nadiem yang sudah diungkapkan kepada Jokowi.

"Beliau sudah bercerita kepada saya yang akan dilakukan itu apa, sehingga lompatan kualitas sumber daya manusia kita, kualitas SDM kita nanti akan betul-betul bisa terjadi," ungkapnya.

Dipilihnya Nadiem sebagai Mendikbud diharapkan mampu membawa perubahan besar dalam dunia pendidikan Indonesia.

"Ada peluang dan terobosan untuk menuju kesitu," pungkasnya.

Perjalanan Karir Nadiem Makarim

Karir Nadiem Makarim bermula saat ia menjadi konsultan manajemen di McKinsey & Company di Jakarta.

Di perusahaan tersebut, Nadiem bekerja selama tiga tahun.

Kemudian, ia pindah ke Zalora Indonesia dan memegang posisi Co-Founder dan Managing Editor selama satu tahun.

Setelah itu, Nadiem Makarim berpindah ke perusahaan layanan pembayaran non-tunai, KartuKu, dan menjabat sebagai Chief Innovation Officer pada rentang waktu 2013-2014.

Akhirnya, Nadiem Makarim memutuskan untuk mendirikan perusahaan sendiri.

5 Menteri Paling Kaya di Kabinet Indonesia Maju, Ada Prabowo Subianto hingga Nadiem Makarim

Pada 2010, ia mendirikan perusahaan startup atau rintisan Gojek.

Nadiem mengaku, ia terinspirasi mendirikan Gojek karena ia sering menggunakan layanan transportasi ojek ke kantor.

Ia ingin menggabungkan teknologi dan ojek menjadi inovasi baru.

Kehadiran Gojek menjadi layanan transportasi umum dengan 'rasa baru' di Indonesia.

Tak hanya transportasi, Gojek juga menawarkan layanan lain seperti pesan antar makanan, pijat, bersih-bersih rumah, platform pembayaran digital, pengiriman barang, layanan belanja, hingga layanan membeli obat.

Kini, Gojek berstatus decacorn atau perusahaan dengan valuasi di atas 10 miliar dolar AS.

Saat ini, Gojek telah diunduh 125 juta, memiliki lebih dari 300.000 merchants, dan beroperasi di 207 kota/kabupaten di Indonesia.

Gojek juga sudah berekspansi ke mancanegara, yakni Vietnam, Thailand, dan Singapura.

(TribunPalu.com/Kompas.com)

Penulis: Isti Tri Prasetyo
Editor: Imam Saputro
Sumber: Tribun Palu
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved