Kondisi Terbaru Polisi Korban Tembak, Satu Sudah Operasi Bedah, Satunya Akan Jalani Bedah Mulut
Kondisi dua polisi yang terluka terkena tembakan asal Kepolisian Sektor (Polsek) Sirenja, masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit.
Penulis: Haqir Muhakir | Editor: Imam Saputro
TRIBUNPALU.COM, PALU - Kondisi dua polisi yang terluka terkena tembakan asal Kepolisian Sektor (Polsek) Sirenja, masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit.
Korban pertama yakni Aiptu Purwanto sudah selesai menjalani operasi bedah di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Undata, Palu pada akhir pekan lalu.
"Sedangkan Aipda Nabud Salama diberangkatkan ke Rumah Sakit Bhayangkara Makassar," jelas Kabid Humas Polda Sulteng AKBP Didik Supranoto, saat dihubungi, Selasa (12/11/2019) siang.
Keputusan untuk memberangkatkan korban Nabud Salama ke Makassar, karena di Kota Palu tidak ada dokter bedah mulut.
" Dan sekarang sudah ditangani di sana, kita cek terakhir, kondisinya sudah mulai stabil, setelah itu baru dilakukan operasi bedah mulut," tambah Didik.
Sebelumnya dua anggota Kepolisian Sektor Sirenja, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah dikabarkan kena tembak di bagian kepala, Jumat (8/11/2019) siang.
Keduanya diketahui bernama Aiptu Purwanto selaku Kanit Sabhara Polsek Sirenja, dan Aipda Nabud Salama selaku KSPKT 1 Polsek Sirenja.
Kapolda Sulteng Brigjen Pol Lukman Wahyu Hariyanto mengatakan, bahwa pihaknya masih terus melakukan pendalaman terkait penyebab kejadian tersebut.
"Masih pendalaman," jelas Lukman.
Keduanya dikabarkan jadi korban tembak senjata api jenis SS1 V2 Shabara.
Aiptu Purwanto kena luka tembak di bagian belakang kepala, sementara Aipda Nabud Salama, kena luka tembak di rahang kanan.
Disebabkan keteledoran
Kepala Bidang Humas Kepolisian Daerah Sulawesi Tengah AKBP Didik Supranoto menjelaskan bahwa kejadian dua personel Polri yang tertembak di bagian kepala di Mapolsek Sirenja, Donggala, Sulawesi Tengah murni karena adanya keteledoran dari personel.
"Dari hasil investigasi yang dilakukan oleh Propam bahwa anggota yang kena peluru itu karena adanya keteledoran dari salah satu anggota, yaitu Aiptu Purwanto," jelas Didik saat dihubungi, Selasa (12/11/2019) siang.
Lebih lanjut Didik menjelaskan kronologi kejadian tersebut.