Polda Sulteng Tegaskan Hanya Ada satu Senjata Api dalam Kejadian Dua Polisi Tertembak

Polda Sulteng menegaskan bahwa hanya ada satu senjata api yang digunakan dalam kecelakaan tembak di Polsek Sirenja.

Penulis: Haqir Muhakir | Editor: Lita Andari Susanti
Humas Polda Sulteng
Kabid Humas Polda Sulteng, AKBP Didik Supranoto. 

TRIBUNPALU.COM, PALU -- Kepolisian Daerah Sulawesi Tengah menegaskan bahwa hanya ada satu senjata api yang digunakan dalam kecelakaan tembak di Polsek Sirenja.

"Hanya satu senjata yang digunakan, jenis senjata seribu V2 Shabara," jelas Kabid Humas Polda Sulteng AKBP Didik Supranoto saat dihubungi, Selasa (12/11/2019).

Lebih lanjut Didik menjelaskan, kedua korban masing-masing terkena satu peluru.

Pihaknya sendiri belum bisa sepenuhnya merampungkan pemeriksaan terhadap kasus dua anggota Polsek Sirenja yang jadi korban tembak tersebut.

Namun Didik memastikan bahwa proses hukum akan terus berlanjut.

Tapi tidak sekarang, karena keduanya belum bisa dilakukan pemeriksaan atau dimintai keterangan.

"Karena keduanya masih dirawat di rumah sakit," tambah Didik.

Kondisi Terbaru Polisi Korban Tembak, Satu Sudah Operasi Bedah, Satunya Akan Jalani Bedah Mulut

Pernyataan Polda Sulteng soal 2 Polisi Tertembak: Adanya Keteledoran dari Salah Satu Anggota

Pihak Propam Polda Sulteng sendiri sudah memeriksa sejumlah saksi di sekitar lokasi kejadian.

Saksi tersebut adalah seluruh anggota Polsek Sirenja yang pada saat kejadian berada di TKP.

"Ada empat atau berapa itu, yang dilakukan pemeriksaan, mereka tidak mengetahui secara langsung, meraka hanya mendengar," terangnya.

Sebelumnya dua anggota Kepolisian Sektor Sirenja, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah dikabarkan kena tembak di bagian kepala, Jumat (8/11/2019) siang.

Keduanya diketahui bernama Aiptu Purwanto selaku Kanit Sabhara Polsek Sirenja, dan Aipda Nabud Salama selaku KSPKT 1 Polsek Sirenja.

Kapolda Sulteng Brigjen Pol Lukman Wahyu Hariyanto mengatakan, bahwa pihaknya masih terus melakukan pendalaman terkait penyebab kejadian tersebut.

"Masih pendalaman," jelas Lukman.

Keduanya dikabarkan jadi korban tembak senjata api jenis SS1 V2 Shabara.

Aiptu Purwanto kena luka tembak di bagian belakang kepala, sementara Aipda Nabud Salama, kena luka tembak di rahang kanan. (TribunPalu.com/Muhakir Tamrin)

Sumber: Tribun Palu
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved