Bawaslu Sulteng Prediksi Kasus Pelanggaran Netralitas ASN Kembali Terulang di Pilkada 2020

Bawaslu Provinsi Sulawesi Tengah memprediksi kasus pelanggaran netralitas ASN kembali terulang pada pemilihan kepala daerah (pilkada) tahun 2020

TRIBUNPALU.COM/Muhakir Tamrin
Ketua Bawaslu Sulteng, Ruslan Husein dan Akademisi Untad, Nur Alamsyah saat menjadi narasumber dalam dialog Ngobrol Pengawasan Pemilu, di Kota Palu, Kamis (5/12/2019). 

Sebab menurut Ruslan, penindakan terhadap pelanggaran netralitas ASN masih lemah untuk memberikan efek jera.

Di mana, pengawas Pemilu tidak memiliki kewenangan untuk memberikan sanksi.

"Kami hanya memberikan hasil kajian dan institusi berwenang yang memutuskan sanksi apa yang diberikan kepada ASN yang tidak netral," kata Ruslan. .

Sementara itu, akademisi Universitas Tadulako, Nur Alamsyah, yang turut hadir dalam dialog, menuturkan birokrat telah menjadi kebutuhan para politisi.

Mengingat, ASN merupakan figur atau tokoh yang dimiliki masyarakat.

Menurut Nur, para ASN itu memiliki kemampuan mobilisasi akar rumput.

"Apalagi, kedekatan ASN dengan masyrakat cukup kuat," ujar Nur.

Fakta yang tidak lepas dari pengamatannya sebagai akademisi, banyak ASN yang rela melanggar demi memuluskan kepentingan promosi jabatan.

Misalnya, jika kandidat yang diperjuangkan terpilih, seorang ASN akan mudah mendapatkan promosi jabatan lebih baik dari sebelumnya.

Mengamati fenomena itu, bagi Dosen Fisip Untad itu, kasus pelanggaran ASN tidak pernah berhenti.

Halaman
123
Penulis: Haqir Muhakir
Editor: Imam Saputro
Sumber: Tribun Palu
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved