Bahas Alutsista saat Bertemu Mahfud MD, Prabowo Subianto: Jaga Kepentingan Nasional Pak

Menteri Pertahanan Prabowo Subianto bertemu dengan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud MD.

Bahas Alutsista saat Bertemu Mahfud MD, Prabowo Subianto: Jaga Kepentingan Nasional Pak
Tangkap Layar Youtube tvOneNews
Prabowo Subianto bertemu Mahfud MD. 

TRIBUNPALU.COM - Menteri Pertahanan Prabowo Subianto bertemu dengan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud MD.

Prabowo dan Mahfud MD bertemu di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta pada Jumat (13/12/2019).

Dalam pertemuan tersebut Prabowo meminta petunjuk kepada Mahfud MD selaku Menko.

"Menghadap Menko Polhukam tentunya Pak Mahfud, tentunya saya meminta petunjuk-petunjuk," ujar Prabowo Subianto dilansir dari kanal Youtube tvOneNews.

Tak hanya meminta petunjuk Prabowo juga melaporkan sejumlah masalah yang sedang terjadi di Indonesia saat ini.

"Ada beberapa masalah juga saya melaporkan," sambungnya.

Prabowo Subianto, Menteri Pertahanan dalam Kabinet Indonesia Maju periode 2019-2024.
Prabowo Subianto, Menteri Pertahanan dalam Kabinet Indonesia Maju periode 2019-2024. (Instagram/prabowo)

Ledakan Granat Asap di Monas, Menhan Prabowo: Kita Lihat Perkembangan Penyelidikan Investigasi

Beri Kritikan Keras untuk Staf Khusus Milenial, Fadli Zon Kena Sindir Tak Dijewer Pak Prabowo?

Lebih lanjut dia juga mengatakan bahwa pada pekan depan akan mengundang Mahfud MD untuk hadir ke Kemenhan.

Nantinya di Kemenhan Prabowo akan memberikan laporan kepada Mahfud MD secara rinci masalah-masalah penting yang yang harus dihadapi Indonesia.

"Dan mungkin minggu depan saya juga akan mengundang beliau kesempatan pertama untuk ke Kemhan," ungkap Prabowo.

"Dan kita akan paparkan lebih rinci kondisi yang ada tapi secara spintas saya sudah lapor ke beliau masalah pokok yang kita hadapi yang penting-penting saja," sambungnya.

Prabowo mengatakan, salah satu masalah yang dijabarkan adalah soal kontrak lama dengan pihak luar negeri terkait kerja sama alutsista.

"Di luar negeri ini kita perintah bapak Presiden soal alutsiswa dinilai terlalu mahal, sedang ditinjau kembali, kita diminta untuk nego kembali oleh Bapak Presiden," ujar Prabowo, dilansir dari kanal Youtube Kompas TV.

Menurut dia, ini penting dilakukan demi kepentingan nasional.

"Kita kan pelaksana pak, kita pandai-pandai jaga kepentingan nasional," pungkasnya.

Tonton video selengkapnya:

Duga Ideologi Komunis Masih ada di Indonesia, Prabowo Minta Masyarakat Waspada

Pimpin Rapat Terbatas, Jokowi Minta Prabowo Stop Ketergantungan Impor Alutsista

Prabowo Rapat Perdana dengan DPR

Rapat perdana Prabowo Subianto sebagai Menteri Pertahanan bersama Komisi I DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (11/11/2019), diwarnai dengan perdebatan.

Seusai memaparkan program kerjanya, Prabowo sempat berdebat dengan anggota Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) soal postur anggaran di Kementerian Pertahanan.

Awalnya, anggota Komisi I dari Fraksi PDI-P Effendi Simbolon meminta Prabowo memaparkan proyeksi anggaran Kementerian Pertahanan Tahun 2020 sebesar Rp 131 triliun.

Pasalnya, proyeksi tersebut tercantum dalam kertas pemaparan yang diterima oleh seluruh anggota Komisi I.

Namun, tidak dijelaskan oleh Prabowo secara lisan.

"Saya ingin meminta sekaligus dipaparkan karena di sini ada dukungan anggaran. Tapi saudara Menhan tadi tidak menyinggung, hanya visi-misi dan itu juga masih visioner. Jadi dukungan anggarannya seperti apa. Karena di sini ada, tolong disampaikan," ujar Effendi.

Anggota Komisi I dari Fraksi PPP Syaifullah Tamliha memprotes permintaan Effendi tersebut.

Ia mengatakan, sesuai kesepakatan rapat dengan Kapoksi, pemaparan terkait anggaran akan dilakukan secara tertutup.

Pernyataan Tamliha itu disetujui oleh Prabowo.

"Saya kira demikian. Saya katakan mengenai yang rinci, bersifat teknis dan anggaran saya mohon tertutup. Kita akan sampaikan, kita akan bahas," ucap Prabowo.

Pernyataan itu kemudian disanggah oleh Effendi.

Menurut dia, Prabowo seharusnya menyampaikan seluruh program kerja, termasuk dukungan anggarannya.

"Selazimnya, Menhan itu menyampaikan apa yang menjadi program kerja, termasuk dukungan anggarannya. Bahwa nanti misalnya kita ingin bahas ini tertutup, ya itu kesepakatan kita. Tapi di bahan ini sudah terbuka," kata Effendi.

Prabowo menimpali, "terbuka kepada Komisi I, tapi kita tidak terbuka kepada umum".

Prabowo menjelaskan, sebenarnya dirinya tidak keberatan apabila diminta untuk memaparkan proyeksi anggaran.

Namun hal itu sangat terkait dengan kesiapan dan kemampuan negara dalam bidang pertahanan.

Sementara, kemampuan negara dalam bidang pertahanan tidak boleh disampaikan secara terbuka.

"Begini Saudara Effendi, soal anggaran terbuka. Tapi soal kemampuan dan kesiapan itu tidak boleh terbuka. Nah, kadang-kadang kesiapan dan kemampuan itu berkaitan dengan anggaran," ucap mantan Komandan Jenderal Kopassus itu.

Alasan Prabowo Ditunjuk Sebagai Menteri Pertahanan

Presiden Joko Widodo mengungkap alasan mengapa memilih rivalnya di pilpres 2014 dan 2019, Prabowo Subianto, sebagai Menteri Pertahanan.

"Kita ini pengin membangun sebuah demokrasi gotong royong," kata Jokowi saat berbincang dengan wartawan di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (24/10/2019).

Jokowi menjelaskan, di Indonesia tidak ada yang namanya oposisi seperti di negara lain.

Demokrasi Indonesia adalah demokrasi gotong royong.

Oleh karena itu, Jokowi tidak masalah rivalnya masuk kabinet.

Selain Prabowo, ada Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Edhy Prabowo yang menjadi menteri kelautan dan perikanan.

"Kalau itu baik untuk negara, baik untuk bangsa, kenapa tidak," kata dia. Jokowi menyebut Indonesia memang masih menuju pada sebuah proses demokrasi bernegara.

Namun ia melihat proses tersebut sudah menuju sebuah koridor yang semakin baik ke depan.

Lalu, kenapa Menhan yang diberikan ke Prabowo? Jokowi mengaku mempertimbangkan rekam jejak Prabowo selama berkarir di TNI. "Ya memang pengalaman beliau besar, beliau ada di situ," kata dia.

(TribunPalu.com)

Penulis: Lita Andari Susanti
Editor: Imam Saputro
Sumber: Tribun Palu
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved