Cerita di Balik Nenek 72 Tahun yang Dipapah Anaknya Ikuti Wisuda di Polimarim Makassar

Seorang nenek yang tengah dipapah anak perempuannya menerima ijazah pada acara wisuda Perwira Transportasi Laut tersebut.

huffingtonpost
ilustrasi wisuda 

''Dari keseluruhan perguruan tinggi negeri dan swasta di Indonesia saat ini, 25 persen di antaranya adalah vokasi.

"Kita sangat berharap alumni perguruan tinggi vokasi ini bisa memberi kontribusi dalam mengatasi persoalan lapangan kerja," ujarnya.

"Setelah selesai mereka bisa langsung bekerja. Misalnya berlayar. Setelah empat atau lima tahun bekerja, mereka sudah bisa memiliki kapal dan membuka lapangan kerja baru,'' ujar Jasruddin.

KEPALA Pusat Pengembangan (Kapusbang) Sumber Daya Manusia (SDM) Direktorat Jenderal (Ditjen) Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan Ir I Nyoman Sukayadnya MM, turut hadir.

Dalam sambutannya Sukayadnya menegaskan bahwa saat ini tidak ada lagi perbedaan antara pendidikan tinggi swasta dan negeri.

Status ijazahnya juga sama. Sehingga tidak boleh ada perlakuan yang berbeda.

Karena itu terkait sertifikat kompetensi sudah selayaknya wajib dimiliki setiap lulusan diklat kepelautan.

Karena dengan keahlian tersebut, Anda semua lulusan Polimarim AMI bakal lebih diutamakan untuk diterima kerja.

Bahkan untuk ijazah pelaut dari prodi Nautika dan Permesinan Kapal itu ijazah diakui secara internasional.

Karena ijazah tersebut dikeluarkan secara prosedural lewat pengawasan Direktorat Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan.

''Kalau di luar sana Anda mendapatkan perlakuan yang berbeda karena status ijazah, laporkan ke saya.

"Kita harus mengubah hal-hal yang tidak sesuai demi peningkatan kualitas SDM,'' tegas I Nyoman yang menjadi inspektur upacara dalam wisuda.

Ia juga mendorong para taruna taruni Polimarim AMI untuk terus mengembangkan diri guna mendapatkan hal-hal baru.

Sehingga bisa memiliki keterampilan serta kompetensi yang memadai dan dapat memenangkan persaingan di dunia kerja, khususnya industri pelayaran.

Tentang Polimarim AMI Makassar

Direktur Polimarim AMI Makassar Amrin Rani dalam laporannya, menyebut kampus yang dipimpinnya mengelola empat prodi.

Adapun Program Pendidikan Transportasi Laut di Polimarim AMI adalah tiga prodi pendidikan diploma III dan satu prodi diploma IV untuk Prodi Transportasi Laut.

Untuk prodi D3 adalah Prodi Nautika, Prodi Permesinan Kapal, dan Prodi Manajemen Pelabuhan.

''Khusus Penyelenggaraan prodi D4 Transportasi Laut ini dimulai tahun ajaran baru 2019/2020 lalu," ujarnya.

"Di tahun 2020 direncanakan kami menyelenggarakan Diklat Tanker Tingkat Dasar dan Lanjutan sesuai STCW dan amandemennya,'' ujarnya.

Dikatakan pula oleh Amrin, apa yang menjadi harapan ketua LLDikti agar alumni Polimarim dilengkapi dengan sertifikat kompetensi, saat ini mulai direalisasikan.

Sebagian dari mereka yang diwisuda telah memilikinya. Khusus untuk prodi Manajemen Pelabuhan telah mengantongi sertifikat kompetensi pengawas bongkar muat.

Sedangkan untuk taruna dari Prodi Nautika dan Prodi Permesinan Kapal mengantongi ijazah pelaut dan sertifikat Ujian Keahlian Pelaut (UKP).

Dengan wisuda tahun 2019 ini, alumni Polimarim AMI telah mencapai 11.490 orang.

Mereka tersebar dan bekerja di seluruh Indonesia, bahkan luar negeri. (Wahyu Susanto)

Artikel ini telah tayang di tribun-timur.com dengan judul Nenek Ikut Wisuda & Ambil Ijazah, Cucu Meninggal Sebelum Wisuda Polimarim, Begini Pesan Saat Dirawat

Editor: Imam Saputro
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved