Kamis, 14 Mei 2026

Liga 1 2019

Pidato Perpisahan Bambang Pamungkas kepada Persija: Lelaki Sejati Tidak Menangis. Tapi Hati Berdarah

“Laki-laki sejati tidak menangis. Tapi hati berdarah." buka Bambang Pamungkas dalam pidatonya.

Tayang:
Dok. Persija.id
Guard of honour pemain Persija untuk Bambang Pamungkas 

Seremoni pensiunnya ditandai penghormatan para pemain, pelatih, dan ofisial kepada Bambang Pamungkas yang sebelumnya dibuka oleh Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan.

Anies menyampaikan beberapa hal dan memberikan plakat dengan bertuliskan nomor punggung 20 dan nama Bambang Pamungkas kepada Bepe.

Cinderamata juga disampaikan oleh Pengurus Persija dan Pengurus Pusat Jakmania diwakili oleh Bung Ferry.

Dalam seremoni tersebut, Bepe memberikan sebuah pidato perpisahan.

“Laki-laki sejati tidak menangis. Tapi hati berdarah." buka Bepe dalam pidatonya.

"Izinkan saya jadi laki-laki sejati dengan tidak banyak bicara. Kawan-kawan, terima kasih ke seluruh tim Persija atas perjuangan luar biasa. Menguras emosi, tenaga, dan kesabaran." lanjut pria yang memulai karirnya dari Diklat Salatiga tersebut.

Di dalam pidato tersebut, ia juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh elemen di Persija.

"Terima kasih sebesar-besarnya untuk Direksi Persija atas kerja samanya selama saya di sini. Terima kasih untuk Pemda DKI dan Gubernur, yang sudah dukung Persija,Dan tidak lupa, untuk kalian semua pendukung Persija, yang hadir hari ini dan di mana pun kalian berada. ” kata Bambang Pamungkas.

Bepe juga membahas beberapa kenangan pahit manis selama membela panji Macan Kemayoran.

"Saya pernah merasakan menjadi pemain terbaik, top skorer di sini. Saya juga pernah juara di sini, saya juga pernah patah kaki di sini, depresi di sini, dan dianggap pengkhianat. Dengan segala kondisi, kalian semua tetap berada di belakang saya. Saya mau ucapkan terima kasih sebesar-besarnya dari hati paling dalam,” sambung Bepe.

Perjalanan Karir Bambang Pamungkas

Bambang memulai kariernya di Diklat Salatiga pada tahun 1996-1999.

Bakat Bepe di Diklat tersebut pun dilirik Persija setelah dirinya meraih gelar top skor di turnamen Piala Asia U-19 dengan torehan tujuh gol tahun 1999.

Berbekal pencapaian tersebut, Bepe bergabung dengan Persija Jakarta  pada musim 1999-2000.

Saat musim tersebut berakhir, Bambang bergabung dengan sebuah tim divisi 3 Belanda, EHC Norad.

Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved