Bantah Jokowi yang Sebut Masalah Jiwasraya Ada Sejak Era SBY, Ferdinand Hutahaean Ungkap Fakta Lain

Politisi Demokrat Ferdinand Hutahean buka suara terkait pernyatan Presiden Jokowi yang menyebut bahwa masalah Jiwasraya mumcul sejak era SBY.

KOMPAS.com/ABBA GABRILLIN
Ferdinand Hutahaean di Hotel Sultan, Jakarta, Minggu (17/2/2019) 

"Ini bukan masalah yang ringan, tapi setelah saya perhatikan Pak Menteri BUMN (Erick Thohir), kemarin kita sudah rapat kementerian BUMN dan kementerian keuangan yang jelas gambaran solusinya sudah ada, kita tengah mencari solusi itu. Sudah ada (solusi), masih dalam proses semua tapi berkaitan dengan hukum ranahnya sudah masuk ke kriminal sudah masuk ke ranah hukum alternatif penyelesaian akan selesaikan," sambungnya.

Tonton video selengkapnya:

Ferdinand Sebut Demokrat Harapkan AHY Gantikan Posisi SBY Jadi Ketum, Bagaimana dengan Ibas?

Penunjukan Ahok Jadi Komisaris Utama Pertamina, Ferdinand Hutahaean: Itu Kebijakan yang Nanggung

Andre Rosiade Minta Skandal Jiwasraya Diungkap

Wakil Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Andre Rosiade mengapresiasi langkah Menteri BUMN Erick Thohir memecat Direktur Utama Garuda Indonesia Ari Askhara terkait kasus penyelundupan motor Harley Davidson dan sepeda Brompton.

Andre Rosiade menilai bahwa hal ini bisa menjadi peringatan bagi sejumlah pimpinan BUMN lainnya agar tidak menyalahgunakan wewenang atau kekuasaan yang dimiliki.

"Ya tentu langkah tegas dan cepat yang dilakukan oleh Pak Erick Thohir sebagai Menteri BUMN baru tentu harus kita apresiasi ya bahwa beliau dengan cepat dan tegas berani melakukan koreksi bahkan memecat dirut garuda."

Kami sangat mendukung langkah cepat dan tegas ini, ini bisa menjadi syok terapio terhadap direksi BUMN yang lain agar jangan sampai menyelahgunakan wewenang atau kekuasaandi BUMN yang mereka pimpin," ujar Andre Rosiade, dilansir dari tayangan di kanal YouTube tvOneNews.

Lebih lanjut Andre Rosiade menuturkan bahwa masih banyak kasus-kasus BUMN yang harus diungkap oleh Erick Thohir.

Salah satunya adalah kasus Jiwasraya.

"Garuda hanyalah puncak gunung es, masih banyak kasus-kasus lain yang perlu kita selesaikan, seperti kasus Jiwasraya," sambungnya.

Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno (BPN) Andre Rosiade di media center Prabowo-Sandiaga, Jalan Sriwijaya I, Jakarta Selatan, Jumat (17/5/2019)
Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno (BPN) Andre Rosiade di media center Prabowo-Sandiaga, Jalan Sriwijaya I, Jakarta Selatan, Jumat (17/5/2019) (KOMPAS.com/KRISTIAN ERDIANTO)

Andre Rosiade membeberkan bahwa saat ini Jiwasraya memiliki hutang dengan jumlah yang cukup fantastis.

Bahkan melebihi total ekuitas yang dimiliki Jiwasraya.

"Kita tahu sampai kuartal ketiga tahun 2019 ini Jiwasraya itu sudah punya sudah hampir Rp 49 triliun, sedangkan total ekuitasnya hanya sampai 25 triliun saja, ada hampir 23 triliun hutang Jiwa Sraya yang harus dibayarkan," papar Andre Rosiade.

Saat ini nasabah Jiwasraya tengah menanti kebijakan pemerintah untuk menangani hutang yang dimiliki Jiwa Sraya tersebut.

Halaman
123
Sumber: Tribun Palu
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved