Breaking News:

Ketegangan Iran dan AS Meningkat, FAA Larang Maskapai Terbang di Atas Wilayah Timur Tengah

Setelah Iran melancarkan serangan rudal terhadap pasukan AS di Irak, berbagai maskapai dunia juga telah mempertimbangkan peringatan FAA.

grunge.com
ILUSTRASI pesawat terbang. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Administrasi Penerbangan Federal (FAA) Amerika Serikat memperingatkan seluruh maskapai AS untuk tidak beroperasi di wilayah udara di Irak, Iran, Teluk Oman, dan perairan antara Iran dan Arab Saudi karena ketegangan AS-Iran.

"Karena aktivitas militer yang meningkat dan meningkatnya ketegangan politik di Timur Tengah, yang menghadirkan risiko yang tidak disengaja untuk operasi penerbangan sipil AS." ucap FAA seperti dilansir Reuters, Rabu (8/1/2020).

Setelah Iran melancarkan serangan rudal terhadap pasukan AS di Irak, berbagai maskapai dunia juga ikut mempertimbangkan peringatan FAA untuk tidak terbang di wilayah sekitar Iran-Irak.

UPDATE: Pasca-Serangan Iran ke Pangkalan AS, Jumlah Korban hingga Trump yang Akan Buat Pernyataan

Ketegangan Iran dan AS Meningkat, Kemenlu RI Imbau WNI di Irak, Iran, dan Sekitarnya Waspada

Qasem Soleimani Tewas, Sutradara Michael Moore Minta Maaf kepada Iran atas Nama Bangsa Amerika

BREAKING NEWS: Pesawat Berpenumpang 180 Orang Jatuh di Dekat Bandara Internasional Iran

Peringatan FAA itu pun segera direspon Singapore Airlines Ltd dengan mengatakan semua penerbangannya akan dialihkan dari wilayah udara Iran.

Sedangkan Korean Air Lines Co Ltd mengatakan telah menghindari wilayah udara Iran dan Irak sebelum serangan terhadap pasukan AS.

OPSGROUP, yang merupakan organisasi keamanan penerbangan baru-baru ini juga, mengatakan larangan FAA merupakan peringatan penting.

"Penerbangan menuju dari dan ke bandara utama di wilayah seperti Dubai sekarang perlu rute melalui wilayah udara Arab Saudi," kata OPSGROUP di situs webnya

Kemudian Asosiasi Transportasi Udara Internasional (IATA) juga mengeluarkan pernyataan ke semua negara untuk mengomunikasikan risiko potensial ke penerbangan sipil.

"Sangat penting bahwa pemerintah berbagai negara memenuhi kewajiban ini untuk memperingatkan resiko terbang ke timur tengah," kata IATA.

Seperti diketahui, konflik bersenjata bisa membahayakan penerbangan sipil.

Seperti halnya kecelakaan pesawat Malaysia Airlines dengan Penerbangan MH17 pada 2014 silam yang ditembak rudal hingga jatuh di wilayah udara Ukraina dan menewaskan 298 orang di dalamnya.

Malaysia Airlines tersebut melintasi wilayah konflik antara Ukraina dan Rusia yang saat itu sedang memanas.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Organisasi Penerbangan Dunia Ingatkan Maskapai Tak Terbangi Wilayah Timur Tengah"

Editor: Rizkianingtyas Tiarasari
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved