Warga Pamulang Temukan Tonjolan di Kasur Tidurnya, Saat Dibuka Isinya Ular Sepanjang 3 Meter

Ular piton dengan panjang sekira tiga meter ditemukan di dalam kasur milik seorang warga di Jalan Witana Harja, Pamulang, Tangerang Selatan, Banten.

ISTIMEWA/Dokumentasi warga via TribunJakarta.com
Penemuan ular sanca di Jalan Witana Harja, Pamulang, Tangsel, Kamis (9/1/2020). 

Pasalnya, setelah dia kembali pukul 09.00 pagi, rumahnya itu ternyata sudah terendam banjir.

"Saya baru nolong kampung sebelah, eh pulang-pulang tahunya air sudah masuk," kata dia saat ditemui Kompas.com di posko penanggulangan bencana Bojong Kulur, Kabupaten Bogor, Kamis (2/1/2020).

Irianti tidak sendiri, tetangganya Widyarsi juga mengalami hal yang sama. Terlebih Widyarsi yang berusia 45 tahun tersebut memiliki seorang anak berusia tujuh tahun.

Air bah yang datang dari Cileungsi dan Cikeas menerjang tanpa ampun kawasan Villa Nusa Indah tempat mereka tinggal. Tidak butuh waktu lama, pukul 10 pagi, Widyarsi harus naik ke lantai dua rumahnya.

"Sudah seleher, padahal baru sekitar satu jam," kata dia.

Panik bukan main menjadi bagian dari cerita Widyarsi. Bukan karen keselamatan jiwanya, tetapi tentang keselamatan anaknya yang masih berusia 7 tahun, mulai gemetar dan panik melihat air yang kian tinggi.

Bersama tetangga yang lain, dia mencoba menghubungi bantuan terdekat untuk evakuasi. Di luar sana, jalan raya berubah menjadi sungai dengan arus yang begitu deras.

Tak bisa lagi dilawan, berani melawan berarti siap hanyut terbawa air bah.

Dia mencoba bertahan selama kurang lebih delapan jam di atas rumah lantai duanya. Air diperkirakan mencapai puncaknya pada tengah hari.

"Lebih sepintu, lebih 2 meter. Saya takut sekali kalau-kalau anak saya tercebur," kata dia.

Binatang melata terapung-apung

Setelah beberapa jam dari puncak ketinggian, air yang mengamuk dari Cileungsi dan Cikeas mulai mereda. Meski tidak secepat itu surut, air mulai terlihat tenang dan tidak bergejolak bak arus arum jeram.

Widyarsi kemudian berniat untuk segera mengevakuasi anaknya ke tempat yang lebih tinggi.

Tetapi tidak semudah yang dia pikirkan. Bermacam binatang dan serangga menyeramkan mulai ikut terapung-apung bersama air yang semakin tenang.

Kecoa, kelabang dan sejenisnya berenang perlahan di dalam rumahnya.

Ketika dia melongo ke bawah dari lantai dua rumahnya, seekor ular meliuk-liuk berenang menuju rumahnya.

" Kobra Mas, kobra, beruntung ada polisi waktu itu, waktu evakuasi saya dan anak," kata dia.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jakarta
Tags
Ular
Banten
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved