Viral Siwsi SMP di Solo di-DO karena Ucapkan Ultah ke Teman Pria, Guru Les Ngadu ke Nadiem Makarim
Viral seorang siswi SMP di Solo yang di-DO atau dikeluarkan dari sekolah ikut membuat sang guru les buka suara.
Padahal dikaui sang guru les, sisiwi SMP anak didiknya ini termasuk siswa yang pintar.
"Padahal anake yo pinter," aku sang guru les.
Mendengar hal tersebut, sang guru les mengaku langsung naik pitam marah.
"Aku langsung naik pitam bukan karena muridku ini, namun ini udah keterlaluan. Wong di era semakin global kayak gini yaaa masak DM-an gak boleh, lagian gak asusila juga," ujar sang guru les.
Ibunya siswi SMP itu pun sempat memberikan pesan kepada sang guru les jika anaknya sampai dikelauarkan maka harus mengadukan ke kepala dinas pendidikan Solo
"Langsung ibunya tak kon (tanya) banding ke Kepala Sekolah, kalau misal sampai bener dikeluarin, aku maju ke kepala dinas pendidikan," ujarnya.

Ditegaskan sang guru les, niatnya untuk membela muridnya ini bukan hanya karena sisiwi SMP itu adalah anak didiknya.
Pasalnya, kejadian DM ucapkan selamat ulang tahun itu terjadi di luar lingkup sekolah, sehingga menjadi tanggung jawab pihak orang tua, bukan lagi sekolah.
Jika benar melanggar, harusnya pihak sekolah terslebih dulu menerangkan soal attitude kepada siswi SMP tersebut, bukan langsung mengeluarkan
"Lho bukan muridku saja yang ku bela, karena itu hak anak. Dia tidak merugikan sekolah dan di luar jam sekolah atas asuhan orangtua.
Kan emang anak disekolahin ya diajari attitude juga itu PR sekolah bukan malah main mengeluarkan," tegas sang guru les.
Setelah mengetahui nama sekolah sisiwi SMP tersebut, Rexy Ambarwati heran dengan sikap pihak sekolah yang mengeluarkan.
"Gak masuk akal, terlalu jadi budak agama. Pengen musuhin aku," ucap Rexy Ambarwati.
"Lahyooo kan, kok kolot banget, Susah emang ngaji hanya dri Youtube dan Youtueb tidak premium karena nanti riba," jawab snag guru les.

Kemudian, sang guru les yang mengaku geram dnegan perlakuan pihak sekolah kepada sisiwi SMP.