Viral Siwsi SMP di Solo di-DO karena Ucapkan Ultah ke Teman Pria, Guru Les Ngadu ke Nadiem Makarim

Viral seorang siswi SMP di Solo yang di-DO atau dikeluarkan dari sekolah ikut membuat sang guru les buka suara.

kolase ilustrasi Shutterstock/Twitter @AmbarwatiRexy
Gegara Ucapan Ultah ke Teman Pria, Siswi SMP di-DO, ini kata sang guru les sebut nama Nadiem Makarim 

Padahal dikaui sang guru les, sisiwi SMP anak didiknya ini termasuk siswa yang pintar.

"Padahal anake yo pinter," aku sang guru les.

 

Mendengar hal tersebut, sang guru les mengaku langsung naik pitam marah.

"Aku langsung naik pitam bukan karena muridku ini, namun ini udah keterlaluan. Wong di era semakin global kayak gini yaaa masak DM-an gak boleh, lagian gak asusila juga," ujar sang guru les.

Ibunya siswi SMP itu pun sempat memberikan pesan kepada sang guru les jika anaknya sampai dikelauarkan maka harus mengadukan ke kepala dinas pendidikan Solo

"Langsung ibunya tak kon (tanya) banding ke Kepala Sekolah, kalau misal sampai bener dikeluarin, aku maju ke kepala dinas pendidikan," ujarnya.

ilustrasi siswi SMP
ilustrasi siswi SMP (SHUTTERSTOCK)

Ditegaskan sang guru les, niatnya untuk membela muridnya ini bukan hanya karena sisiwi SMP itu adalah anak didiknya.

Pasalnya, kejadian DM ucapkan selamat ulang tahun itu terjadi di luar lingkup sekolah, sehingga menjadi tanggung jawab pihak orang tua, bukan lagi sekolah.

Jika benar melanggar, harusnya pihak sekolah terslebih dulu menerangkan soal attitude kepada siswi SMP tersebut, bukan langsung mengeluarkan

"Lho bukan muridku saja yang ku bela, karena itu hak anak. Dia tidak merugikan sekolah dan di luar jam sekolah atas asuhan orangtua.

Kan emang anak disekolahin ya diajari attitude juga itu PR sekolah bukan malah main mengeluarkan," tegas sang guru les.

 

Setelah mengetahui nama sekolah sisiwi SMP tersebut, Rexy Ambarwati heran dengan sikap pihak sekolah yang mengeluarkan.

"Gak masuk akal, terlalu jadi budak agama. Pengen musuhin aku," ucap Rexy Ambarwati.

"Lahyooo kan, kok kolot banget, Susah emang ngaji hanya dri Youtube dan Youtueb tidak premium karena nanti riba," jawab snag guru les.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim sebelum pelantikan menteri-menteri Kabinet Indonesia Maju di Istana Negara, Jakarta, Rabu (23/10/2019). Presiden RI Joko Widodo mengumumkan dan melantik Menteri-menteri Kabinet Indonesia Maju serta pejabat setingkat menteri.(KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMO)
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim sebelum pelantikan menteri-menteri Kabinet Indonesia Maju di Istana Negara, Jakarta, Rabu (23/10/2019). Presiden RI Joko Widodo mengumumkan dan melantik Menteri-menteri Kabinet Indonesia Maju serta pejabat setingkat menteri.(KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMO) (Kompas.com)

Kemudian, sang guru les yang mengaku geram dnegan perlakuan pihak sekolah kepada sisiwi SMP.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Bogor
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved