Jumat, 12 Juni 2026

Virus Corona

Peneliti di China Rilis Hasil Rontgen Paru-paru Pasien Virus Corona, Kondisi Memburuk dalam 3 Hari

Pasien virus corona tersebut merupakan seorang wanita berusia 33 tahun yang tiba di sebuah rumah sakit di Lanzhou, China.

Tayang:
medscape.com
ILUSTRASI Virus corona. 

"Jika foto ini dperbesar, tampak sesuatu yang mirip lapisan kaca yang samar dan menumpuk," kata Paras Lakhani, seorang ahli radiologi di Thomas Jefferson University yang tidak terlibat dalam studi tersebut, tetapi ikut meneliti foto hasil scan.

"Artinya, ada penumpukan cairan dalam paru-paru," lanjutnya.

Hasil foto rontgen pasien wanita berusia 33 tahun yang terdiagnosis virus corona. Dua foto ini diambil dalam selang waktu tiga hari. Tampak tampalan berwarna putih pada bagian bawah paru-paru semakin membesar.
Hasil foto rontgen pasien wanita berusia 33 tahun yang terdiagnosis virus corona. Dua foto ini diambil dalam selang waktu tiga hari. Tampak tampalan berwarna putih pada bagian bawah paru-paru semakin membesar. ( Junqiang Lei, Junfeng Li, Xun Li, dan Xiaolong Qi via This is Insider.)

Hasil Pemindaian Menunjukkan Virus Corona Baru Ini Tampak Mirip seperti SARS dan MERS

Virus corona sebenarnya adalah sekelompok virus yang biasanya mempengaruhi saluran pernafasan.

Virus ini juga bisa mengakibatkan pneumonia dan flu biasa.

Gejala-gejala dari virus corona baru (2019-nCoV) mencakup demam, menggigil, sakit kepala, kesulitan bernafas, dan sakit tenggorokan.

Hingga Desember 2019 lalu, virus corona baru ini belum pernah terdeteksi pada manusia.

Kali pertama virus corona baru (2019-nCoV) teridentifikasi pada sekelompok orang yang mengalami gejala mirip pneumonia di Wuhan, China pada Desember tahun lalu.

Pasien yang foto hasil rontgen paru-parunya ditunjukkan dalam studi ini rupanya bekerja di Wuhan.

Namun, ia pergi ke Lanzhou satu hari sebelum gejala-gejala sakitnya muncul.

Virus Corona Wuhan, Ilmuwan Khawatirkan Hal Terburuk: Penularannya 10 Kali Lebih Besar daripada SARS

"Jika kamu tidak tahu tentang wabah ini, kamu akan melihat hasil scan dan cuma berkata, 'oke, pasien ini mengalami pneumonia', karena itu adalah satu hal paling umum yang kami lihat," kata Lakhani.

Secara terpisah, ia menambahkan, opasitas ground glass sebenarnya tidak selalu berguna untuk mengidentifikasi adanya virus corona.

"Kamu dapat melihatnya [opasitas ground glass] dengan segala jenis infeksi, bakteri, virus, atau terkadang karena penyebab non-infeksi," kata Lakhani.

"Bahkan vaping (rokok elektronik) juga kadang muncul tanda semacam ini," pungkasnya.

Namun, peneliti juga melihat bahwa pola ground glass ini meluas hingga tepi paru-paru pasien.

Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved