Minggu, 19 April 2026

Sulteng Hari Ini

Dua Terduga Teroris Simpatisan MIT Poso Kembali Ditangkap Polisi

Dua orang terduga teroris simpatisan Mujahidin Indonesia Timur (MIT) Poso kembali ditangkap anggota Satgas Tinombala

Penulis: Haqir Muhakir |
TRIBUNPALU.COM/Muhakir Tamrin
Kapolda Sulteng Irjen Pol Syafril Nursal saat dimintai keterangan terkait penangkapan terduga teroris, Kamis (6/2/2020) siang. 

TRIBUNPALU.COM, PALU -- Dua orang terduga teroris simpatisan Mujahidin Indonesia Timur (MIT) Poso kembali ditangkap anggota Satuan Tugas (Satgas) Operasi Tinombala.

Kedua terduga simpatisan teroris pimpinan Ali Kalora itu dikabarkan berinisial I dan M.

Mereka ditangkap di wilayah Kecamatan Poso Pesisir, Kabupaten Poso, Provinsi Sulawesi Tengah.

Keduanya dikabarkan ditangkap dengan persiapan lengkap untuk bergabung ke hutan di Kabupaten Poso dan sekitarnya.

Kepala Kepolisian Daerah Sulawesi Tengah Irjen Pol Syafril Nursal membenarkan penangkapan terhadap kedua terduga simpatisan teroris MIT Poso tersebut.

"Mereka ditangkap pada 4 Februari 2020," jelas Kapolda Syafril, Kamis (6/2/2020) siang.

Kapolda Sulteng Irjen Pol Syafril Nursal saat dimintai keterangan terkait penangkapan terduga teroris, Kamis (6/2/2020) siang.
Kapolda Sulteng Irjen Pol Syafril Nursal saat dimintai keterangan terkait penangkapan terduga teroris, Kamis (6/2/2020) siang. (TRIBUNPALU.COM/Muhakir Tamrin)

Aktor Kawakan Amerika, Kirk Douglas Meninggal Dunia di Usia 103 Tahun

Zikria Dzatil Ungkap Alasannya Hina Risma, Sakit Hati Anies Dibandingkan dengan Walkot Surabaya

Yunarto Wijaya Kritik Ucapan Jokowi Soal Pemulangan WNI Eks ISIS: Bapak Bukan Tukang Mebel

Pihaknya, kata Kapolda Syafril, belum bisa memberikan identitas atau asal daerah kedua simpatisan MIT yang ditangkap itu dengan alasan masih dalam pengembangan.

"Identitas keduanya nanti saya akan berikan, sekarang masih dalam tahap pemeriksaan kita," tambah Kapolda Syafril.

Selain itu, polisi juga menyita barang bukti yang dibawa oleh dua simpatisan MIT tersebut.

Namun, Kapolda enggan membeberkan berapa banyak barang bukti yang disita.

Meski begitu, Kapolda Syafril memastikan bahwa keduanya sudah siap untuk bergabung dengan kelompok MIT Poso.

Hal itu ditandai dengan barang-barang yang diperlukan untuk kegiatan mereka di atas gunung.

Lanjut Kapolda Syafril, dirinya berharap Operasi Tinombala dapat menyelesaikan persoalan-persoalan terorisme di Sulawesi Tengah.

"Saya berharap persoalan itu segera diselesaikan agar Poso tidak lagi menjadi magnet bagi orang-orang yang ingin bergabung dengan kelompok tersebut," tandasnya.

(TribunPalu.com/Muhakir Tamrin)

Kapolda Sulteng Akui Sulitnya Medan di Hutan Poso Jadi Kendala Pemburuan Teroris

TRIBUNPALU.COM, PALU -- Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Irjen Polisi Syafril Nursal, mengaku kesulitan memburu anggota kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT) Poso dan partisipannya.

Kesulitan dalam operasi pemberantasan teroris Poso itu, kata Kapolda Syafril, dipengaruhi faktor wilayah atau medan berbukit dan hutan luas.

"Kesulitan kita medannya sementara terduga pelaku teroris berada di daerah itu," ungkap Syafril.

Hal itu disampaikan Kapolda Syafril saat menyampaikan perpanjangan waktu Operasi Tinombala, Kamis (2/1/2020) sore.

Meski operasi pemberantasan terhambat medan, namun Kapolda Syafril menegaskan bahwa hal itu tidak mengendorkan presure personel di lapangan.

JB Sumarlin Menteri Keuangan Andalan Soeharto di Orde Baru Meninggal

BKN Ciduk Satu Peserta SKD CPNS 2019 Berbuat Curang, Ini Sanksi yang akan Diberikan

Kasus Virus Corona di Indonesia Belum Tercatat, WHO Justru Khawatir, Apa Alasannya?

Diketahui, saat ini jumlah DPO yang masih diburu dan diduga masih berkeliaran di sejumlah daerah di Sulawesi Tengah sebanyak 10 orang.

Sebelumnya, Kapolda Syafril Nursal, berjanji bakal memburu semua anggota teroris Mujahidin Indonesia Timur (MIT) Poso, sampai tuntas.

"Operasi (perburuan MIT Poso, red) tidak akan pernah berhenti sampai pelaku terorisme habis," tegas Kapolda Syafril.

Pemberantasan teroris MIT Poso dalam Operasi Tinombala itu melibatkan pasukan gabungan dari sejumlah kesatuan.

Di akhir tahun 2019, Operasi Tinombala itu kembali diperpanjang atas persetujuan Kapolri Idham Azis.

Wilayah Operasi Tinombala berada di wilayah Kabupaten Poso, sebagian ada di Kabupaten Parigi Moutong dan sebagian wilayah Kabupaten Sigi.

"Operasi Tinombala sudah diperpanjang lagi, untuk keterlibatan personel tidak boleh kita sampaikan," kata Kapolda Syafril.

Di akhir Desember 2019 lalu, Satgas Tinombala berhasil menangkap 5 orang yang diduga akan bergabung dengan kelompok teroris Mujahidin Indonesia Timur (MIT) Poso.

Kapolda Sulteng, Irjen Pol Syafril Nursal mengatakan, ke-5 orang yang ditangkap itu diduga akan naik ke hutan Poso tempat persembunyian Kelompok MIT Poso pimpinan Ali Kalora.

Ke-5 orang yang ditangkap itu masing-masing bernama FF alias C, RS alias RW, AB, RWT, dan GD.

"Mereka ini mau naik ke atas gunung dan bergabung dengan DPO yang di Poso," ungkap Kapolda Syafril.

(TribunPalu.com/Muhakir Tamrin)

Sumber: Tribun Palu
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved