Breaking News:

5 Fakta Rekonstruksi Kasus Penyiraman Air Keras Novel Baswedan, Masih Ada Keraguan soal Tersangka?

Novel Baswedan disiram air keras oleh orang tak dikenal sepulang shalat subuh pada 11 April 2017 lalu.

Ilham Rian Pratama/Tribunnews.com
Penyidik KPK Novel Baswedan 

TRIBUNPALU.COM - Polda Metrojaya telah menggelar rekonstruksi kasus penyiraman air keras terhadap penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan, pada Jumat (7/2/2020) sekitar pukul 03.25 WIB.

Waktu rekonstruksi tersebut disesuaikan dengan kejadian pada saat penyiraman tanggal 11 April 2017 lalu.

Novel Baswedan disiram air keras oleh orang tidak dikenal sepulang shalat subuh di masjid Al Ihsan dekat rumahnya.

Akibatnya, Novel mengalami luka yang cukup parah pada mata kiri dan harus menjalani pengobatan di Singapura sejak 12 April 2017.

Berikut beberapa fakta menarik yang terjadi dalam Rekonstruksi Kasus Novel Baswedan, dirangkum Tribunnews.com dari berbagai sumber, Jumat (7/2/2020).

1. Novel tidak dapat mengikuti rekonstruksi

Kuasa Hukum Novel Baswedan, Saor Siagian mengatakan bahwa Novel Baswedan tidak bisa hadir.

Hal tersebut berkaitan dengan kondisi kesehatan Novel Baswedan.

"Saya berkomunikasi dengan Novel Baswedan, berhubungan dengan mata beliau yang belum sembuh setelah pemeriksanaan di Polda Metro 6 Januari lalu, sehingga dia sendiri tidak bisa mengikuti reka ulang tersebut," jelas Saor.

Pernyataan ini disampaikan Saor dalam program Breaking News yang diunggah laman Youtube KompasTV.

Halaman
1234
Editor: Rizkianingtyas Tiarasari
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved