Selasa, 5 Mei 2026

Terkini Daerah

Aksi Andre Rosiade Tuai Pro dan Kontra di Kalangan Tokoh Masyarakat Padang

Idealnya Andre cukup meneruskan aspirasi warga soal keresahan maraknya prostitusi online ke polisi dan kemudian polisi menindaklanjutinya

Tayang:
Kolase TribunnewsBogor.com/Tribun Padang
Anggota DPR RI Andre Rosiade bersama pihak kepolisian dari Polda Sumbar saat menggerebek wanita yang terlibat prostitusi online di Padang, Minggu (26/1/2020). (TRIBUNPADANG.COM/RIZKA DESRI YUSFITA) 

TRIBUNPALU.COM - Ketua Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia (ICMI) Sumbar Musliar Kasim menyorot cara Andre dalam melakukan pemberantasan maksiat.

"Caranya kurang elegan. Sebagai anggota legislatif seharusnya bukan begitu caranya. Dia tidak perlu tampil ke depan," kata mantan Wakil Menteri Pendidikan Nasional (Wamendiknas) itu.

Musliar mengatakan idealnya Andre cukup meneruskan aspirasi warga soal keresahan maraknya prostitusi online ke polisi dan kemudian polisi menindaklanjutinya.

"Tidak perlu ikut penggerebekan lah. Sudah ada yang berwenang yaitu polisi," jelas Musliar.

Musliar secara prinsip menyetujui maksiat harus diberantas, tapi tentu oleh pihak yang berwenang.

"Saya pikir soal cara Andre saja yang menurut saya kurang tepat. Serahkan saja ke polisi untuk menindaklanjutinya dan tidak perlu pula tampil," jelas Musliar

Merasa Dirugikan dengan Aksi Andre Rosiade, Pihak Hotel akan Bongkar Fakta Sebenarnya dari CCTV

Anies Baswedan Tak Pusingkan Keputusan Mensesneg Larang Balapan Formula E

Mantan Wali Kota Padang, Sumatera Barat Fauzi Bahar mendukung upaya anggota DPR RI Andre Rosiade untuk memberantas maksiat di Padang.

Bahkan menurut Wali Kota Padang dua periode 2004-2014 itu, jika dia masih menjadi wali kota akan memberi Andre penghargaan pin emas.

"Yang ditegakkan Andre itu adalah kebenaran yaitu memberantas maksiat. Kenapa dia sekarang dilawan? Yang melawan berarti mendukung maksiat merajalela di Padang," kata Fauzi Bahar yang dihubungi Kompas.com, Kamis (6/2/2020).

Fauzi mengatakan jika seandainya Andre melakukan penjebakan, hal itu adalah upaya untuk membuktikan bahwa ada praktek prostitusi online di Padang.

"Kenapa cara menjebaknya dipersoalkan. Lihat hasilnya, memang ada prostitusi di Padang. Nah, sekarang ada yang melawan Andre, itu apa namanya? Artinya mereka tidak setuju maksiat diberantas," ujar Fauzi.

Menurut Fauzi, untuk membongkar prostitusi online memang harus dijebak, karena tidak kalau tidak dijebak akan sulit diungkap.

"Ini online, mana tahu orang karena dari HP ke HP. Tidak ada pelaku yang membuka diri. Makanya harus dijebak. Ada yang mau membongkar, kenapa dipersalahkan orangnya. Kenapa tidak diberantas maksiatnya?," kata Fauzi.

Fauzi menyebutkan kejadian yang dialami Andre hampir sama saat dia menjabat wali kota Padang.

Saat itu, bertubi-tubi penolakan ketika dirinya membuat program wajib memakai jilbab bagi siswi muslim.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved