Breaking News:

Palu Hari Ini

Baru Dua Pekan Digelar, Sayembara Penyelamatan Buaya Berkalung Ban di Palu Dibatalkan, Ini Alasannya

Baru dua pekan digelar, sayembara penyelamatan buaya berkalung ban di Palu dibatalkan. BKSDA ungkap alasannya.

NANANG/AFP
Buaya berkalung ban yang muncul pada Minggu (2/2/2020) di Sungai Palu. Baru dua pekan digelar, sayembara penyelamatan buaya berkalung ban di Palu dibatalkan. 

Ratusan warga memadati dua sisi bibir sungai, bahkan tak sedikit warga yang penasaran hingga berdiri di sisi Jembatan Palu I.

Mereka terlihat sangat antusias melihat proses penyelamatan buaya berkalung ban.

Bahkan, kemunculan buaya berkalung ban menjadi hiburan tersendiri bagi ratusan warga tersebut.

Tidak hanya orang dewasa, anak-anak hingga lansia bergantian berdiri di bibir sungai untuk menyaksikan sejumlah petugas dengan perahu karet yang melakukan penyelamatan.

"Ini sudah keempat kali ada proses penyelamatan buaya berkalung ban ini, sebelum-sebelumnya belum bisa ditangkap dan dilepas itu ban di lehernya (buaya, red)," ungkap Kasim, warga Kelurahan Besusu, yang turut menyaksikan proses penyelamatan buaya tersebut.

Meski Bukan Buaya Berkalung Ban, Warga Ramai-ramai Melihat Kemunculan 2 Buaya di Sungai Palu

Sayembara Penyelamatan Buaya Berkalung Ban di Palu, Media Internasional: bagi Siapa pun yang Berani!

Sering Terlihat, Buaya Berkalung Ban Belum Bisa Ditangkap,BKSDA Sulteng Gelar Sayembara Penyelamatan

Buaya Berkalung Ban Muncul Lagi di Kota Palu, Begini Kondisinya. . .

Ratusan warga yang turut menyaksikan proses penyelamatan buaya berkalung ban di Sungai Palu, Kamis (6/2/2020) sore.
Ratusan warga yang turut menyaksikan proses penyelamatan buaya berkalung ban di Sungai Palu, Kamis (6/2/2020) sore. (TRIBUNPALU.COM/Muhakir Tamrin)

BKSDA Sulawesi Tengah Turunkan Tim Penyelamatan Buaya Berkalung Ban di Sungai Palu

Diva Pop Madonna Tawarkan Apartemennya untuk Pangeran Harry dan Meghan Markle: Kanada Membosankan

Tegaskan WNI eks ISIS Tak Boleh Pulang ke Indonesia, Politisi PKB: Mereka Sudah Lakukan Pembantaian

Sebelumnya, Balai Konservasi dan Sumber Daya Alam (BKSDA) Sulawesi Tengah menurunkan tim penyelamatan buaya berkalung ban di Sungai Palu, Kamis (6/2/2020).

BKSDA menurunkan dua personel yang bertugas menangkap buaya berkalung ban, yang dibantu sejumlah personel dari Ditpolairud Polda Sulteng.

Mereka menggunakan satu unit perahu karet untuk mengikuti arah pergerakan buaya berkalung ban.

Aksi penyelamatan ini dimaksudkan untuk melepas ban yang sudah bertahun-tahun tersangkut di leher buaya malang tersebut.

Kedua personel BKSDA Sulawesi Tengah dalam misi ini dibekali dengan alat khusus yang disebut 'harpun.'

Alat bernama harpun dihubungkan dengan tali dan dipasang di ujung tombak.

Teknisnya, tombak itu nantinya akan diarahkan pada badan buaya, serta harpun tertancap buaya petugas kemudian akan menarik buaya sampai bisa ditaklukkan.

Tim BKSDA Sulawesi Tengah dan Ditpolair Polda Sulteng dalam misi penyelamatan buaya berkalung ban di Sungai Palu, Kamis (6/2/2020).
Tim BKSDA Sulawesi Tengah dan Ditpolairud Polda Sulteng dalam misi penyelamatan buaya berkalung ban di Sungai Palu, Kamis (6/2/2020). (TRIBUNPALU.COM/Muhakir Tamrin)
Tim BKSDA Sulawesi Tengah dan Ditpolair Polda Sulteng dalam misi penyelamatan buaya berkalung ban di Sungai Palu, Kamis (6/2/2020).
Tim BKSDA Sulawesi Tengah dan Ditpolairud Polda Sulteng dalam misi penyelamatan buaya berkalung ban di Sungai Palu, Kamis (6/2/2020). (TRIBUNPALU.COM/Muhakir Tamrin)
Kemunculan buaya berkalung ban di Sungai Palu, Kamis (6/2/2020). BKSDA Sulawesi Tengah pun membentuk tim untuk melepaskan ban dari leher buaya malang tersebut.
Kemunculan buaya berkalung ban di Sungai Palu, Kamis (6/2/2020). BKSDA Sulawesi Tengah pun membentuk tim untuk melepaskan ban dari leher buaya malang tersebut. (TRIBUNPALU.COM/Muhakir Tamrin)

Ruben Onsu Menangis saat Lihat Ekspresi Betrand Peto di Video Jaga Perasaan: Saya Tahu Semuanya

Sentil Sandiaga Uno, Prabowo Berkelakar soal Utang Pemilu 2019: Senyumnya Agak Ada Kecut Sedikit

Dua Terduga Teroris Simpatisan MIT Poso Kembali Ditangkap Polisi

Namun, proses penyelamatan buaya berkalung ban itu belum membuahkan hasil.

Kedua petugas yang ditugaskan untuk menangkap buaya beberapa kali melihat kemunculan buaya berkalung ban, tetapi masih mengalami kendala untuk melemparkan tombak.

Ketua Satgas Penanganan Konflik Buaya BKSDA Haruna mengatakan, pihaknya sudah turun sejak pukul 05.00 WITA untuk proses pemantauan.

Proses pencarian dengan perahu karet dimulai pukul 10.00 WITA dan istirahat pada pukul 17.30 WITA.

Namun, rencananya tim akan kembali mencoba melakukan penyelamatan pada Kamis (6/2/2020) malam.

"Kendala kita ombak sangat besar saat di muara," kata Haruna.

Menjelang Kamis sore, buaya berkalung ban itu bergeser sekitar satu kilometer ke arah selatan, tepatnya di sekitar Jembatan Palu I.

Di sana, tim kembali berusaha melakukan penyelamatan, tetapi sayangnya tak juga membuahkan hasil.

"Buaya timbul tenggelam, dan berpindah-pindah dari satu tempat ke tempat yang lain," tambah Haruna.

Haruna menegaskan bahwa pihaknya akan terus melakukan penyelamatan sampai ban yang ada di leher buaya bisa dilepas.

"Setelah ditangkap, buayanya akan dilepasliarkan kembali," terangnya.

(TribunPalu.com/Isti Prasetya-Muhakir Thamrin)

Penulis: Isti Tri Prasetyo
Editor: Bobby Wiratama
Sumber: Tribun Palu
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved