Update Penyelamatan Buaya Berkalung Ban: Sempat Kena Jerat tapi Kembali Lolos karena Riuhnya Warga

Update Penyelamatan Buaya Berkalung Ban : Sempat Kena Jerat tapi Kembali Lolos karena Riuhnya Warga

NANANG/AFP
Buaya berkalung ban 

BKSDA Sulteng mengunggah video tim penyelamat mengirim umpan ke tengah sungai menggunakan drone.

Seekor ayam diikat kemudian diterbangkan ke tengah sungai dengan harapan bisa memancing buaya berkalung ban, sehingga lokasinya bisa diketahui dan tim bisa menyelamatkan buaya berkalung ban tersebut.

Namun sayangnya upaya itu juga belum membuahkan hasil.

Bantuan dari ahli reptil asal Australia

Beruntung BKSDA Sulteng mendapat bantuan dari ahli sekaligus pemerhati buaya asal Australia.

Dua 'pawang' buaya tersebut adalah Matthew Nicolas Wright and Chris Wilson.

Mereka tergabung dengan tim penyelamatan buaya ban di Sungai Palu dalam surat keputusan Direktur KKH Kementerian LHK kepada Kepala Balai KSDA Sulawesi Tengah Nomor : 8.110/KKH/AJ/KSA2/02/2020 tanggal 10 Februari 2020.

Izin yang diperoleh kedua ahli buaya dari Australia itu, setelah keduanya melakukan observasi di habitat buaya berkalung ban di Sungai Palu pada 9 Februari 2020.

Setelah melakukan observasi itu, salah seorang dari mereka yakni Matthew Nicolas Wright berangkat ke Direktorat KKH dan berhasil mengantongi izin.

Selasa (11/2/2020) pagi, ahli buaya itu kembali ke Palu dan langsung melakukan pemantauan buaya berkalung ban di Jembatan Palu II di Jalan I Gusti Ngurah Rai Kota Palu.

Halaman
1234
Penulis: Imam Saputro
Editor: Imam Saputro
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved