Breaking News:

Palu Hari Ini

Viral di Palu, Siswa Didik Sekolah Polisi Cium Kaki Ayahnya yang Berprofesi sebagai Tukang Bakso

Melalui profesi sederhana tersebut, sang bapak tetap bisa menyekolahkan anaknya sampai masuk polisi karena cita citanya dari kecil.

Instagram/humas.polrespalu
Viral Siswa Sekolah Polisi cium kaki ayahnya yang pedagang Bakso 

TRIBUNPALU.COM - Peristiwa unik sekaligus menyentuh terjadi dalam acara Latja (Latihan Kerja) para siswa Sekolah Pendidikan Kepolisian Negara atau SPN Labuan Panimba.

Hal ini terjadi kala salah seorang peserta tampak bersujud dan mencium kaki ayahnya yang hadir dalam acara tersebut.

Dikutip Tribunpalu.com dari akun media sosial Humas Polres Palu, kejadian tersebut terjadi di tengah-tengah arahan Kapolres Palu AKBP H.Moch Sholeh, SIK.SH.MH kepada siswa Latja SPN Labuan Panimba

Kejadian unik tersebut terjadi di Polda Sulteng di Baruga Polres Palu (18/02/2020) Senin lalu.

Kala itu, tiba-tiba  menyapa seorang bapak yang lagi berdiri menonton dekat siswa .

Curi Pistol Anggota Polres Donggala, 2 Pria di Kota Palu Ini Ditembak Polisi

Ramalan Zodiak Cinta Hari Ini untuk yang Pasangan , Aries Syukuri Apa yang Kamu Miliki

Kapolres spontan bertanya "Pak cari siapa ?”

Bapak tersebut kemudian menjawab “lihat anak saya pak lagi latja disini”.

Mendengar pernyataan sang bapak kemudian Kapolres menanyakan nama anak sang bapak.

Bapak tersebut lantas membalass “Itu Pak Kapolres” sambil menunjuk salah seorang peserta Latja SPN.

Langsung saja Kapolres memanggil maju ke depan siswa latja yang ditunjuk oleh bapak tersebut.

Tak selang beberapa waktu kemudian, sang siswa tersebut langsung mencium kaki bapaknya.

Para peserta yang hadir pun tampak haru melihat pemandangan tersebut.

Usut punya usut, bapak dari salah satu peserta Latja tersebut adalah seorang penjual sate dan bakso keliling.

Melalui profesi sederhana tersebut, sang bapak tetap bisa menyekolahkan anaknya sampai masuk polisi karena cita citanya dari kecil.

“Jadi adik-adik pelajar kalau pingin jadi polisi mulai sekarang siapkan mental, fisik dan kesehatan percayalah pasti bisa. Ingat penerimaan Polri transparan dan akuntabel diawasi oleh tim dari pusat tidak boleh main-main. Ayo daftar polisi kamu pasti bisa” ujar Kapolres Palu.

Maling Mencuri Pistol

Masih dari Kota Palu, dua orang pria di Kota Palu nekat mencuri senjata api (senpi) kemis pistol milik seorang polisi yang bertugas di Polres Donggala.

Dua pria yang diketahui bernama LL alias Ical (19) dan FM alias Obama (19) itu, harus dilumpuhkan karena berusaha kabur saat hendak ditangkap polisi.

Mereka ditangkap dengan seorang lainnya yang membantu mereka melarikan diri, RY alias Yayan (22) yang membantu LL melarikan diri.

Selain turut serta membantu melakukan tindak pidana, RY juga merupakan DPO kasus curanmor lain.

Mereka ditangkap pada Senin (17/2/2020), LL ditangkap di Kelurahan Tavanjuka, sementara FM dan RY ditangkap di Kelurahan Pengawu Kecamatan Tatanga.

Fly Over di Palu Jadi Lokasi Balap Liar, Polisi Amankan Sepeda Motor yang Terlibat

Dalam penangkapan itu, terduga pelaku atas nama LL dan FM melakukan perlawanan saat hendak ditangkap.

"Terhadap kedua tersangka terpaksa dilakukan tindakan tegas terukur dengan menembak kakinya dikarenakan saat akan ditangkap berusaha kabur," jelas Kabid Humas Polda Sulteng Kombes Pol Didik Supranoto, Selasa (18/2/2020) siang.

LL dan FM diketahui melakukan aksi pencurian di rimah seorang polisi di Jalan Tombolotutu, Kelurahan Talise, Kecamatan Mantikulore, pada Sabtu (15/2/2020) malam.

Keduanya nekat menyatroni rumah Brigadir M yang bertugas di Polres Donggala, dan mencuri sebuah tas slempang yang di dalamnya terdapat senpi jenis pistol.

6 Terduga Penyalahguna Narkoba di Tatanga, Kota Palu Ditangkap Polisi

Penangkapan terhadap keduanya dilakukan atas pendalaman yang dilakukan intelkam Polres Palu, yang berhasil mengamankan terlebih dulu senpi dari tangan terduga pelaku.

Dari tangan terduga pelaku, diamankan senpi jenis pistol dengan 6 butir peluru.

"Terhadap LL dan FM kita jerat pasal 363 KUHP subsider pasal 362 KUHP dengan ancaman hukuman penjara tujuh tahun,” tambah Didik.

(TribunPalu.com/Muhakir Tamrin)

Penulis: Bobby W
Editor: Bobby Wiratama
Sumber: Tribun Palu
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved