Breaking News:

Perizinan Tak Jelas, Tim Discovery Channel Belum Bisa Selamatkan Buaya Berkalung Ban di Kota Palu

Meski telah mendapatkan izin dari Kementerian Kehutanan, Forrest Galante belum bisa melakukan penyelamatan terhadap buaya berkalung ban.

NANANG/AFP
Buaya berkalung ban 

TRIBUNPALU.COM - Meski telah mendapatkan izin dari Kementerian Kehutanan, Forrest Galante belum bisa melakukan penyelamatan terhadap buaya berkalung ban.

Aksi pembawa acara televisi Extinct or Alive on Animal Planet itu masih terganjal izin lainnya dari otoritas setempat.

Padahal, Forrest telah menyiapkan alat dan metode yang bervariasi.

Forrest yang kurang lebih tiga hari berada di Indonesia masih harus menunggu.

Foresst Galante dan tim Discovery Channel siap lakukan upaya melepaskan ban di leher buaya Sungai Palu, Selasa (10/3/2020).

Kepala BKSDA Sulawesi Tengah Hasmuni Hasmar mengatakan pihaknya perlu berkonsultasi dengan gubernur untuk memberikan izin. 

"Kalau hanya untuk observasi silakan, tapi kalau untuk turun ke sungai, belum. Saya harus konsultasi, koordinasi dengan pak gubernur dulu," kata Hasmuni.

Namun, ketika dikonfirmasi, Gubernur Sulawesi Tengah Longki Djanggola justru mengatakan, kewenangan itu ada pada BKSDA.

"Memang saya yang perintahkan untuk segera melepaskan ban di leher buaya itu waktu itu. Nah, sedangkan urusan binatang atau reptilia tersebut adalah kewenangan BKSDA," kata Longki.

Seekor buaya muara (Crocodylus porosus) dengan ban yang menjerat lehernya terlihat di sungai <a href='https://palu.tribunnews.com/tag/kota-palu' title='Kota Palu'>Kota Palu</a>, Sulawesi Tengah, Selasa (16/1/2018). Pihak konservasi setempat terus berupaya melakukan penyelamatan buaya berukuran sekitar 4 meter dengan ban yang melilit lehernya selama 2 tahun terakhir tersebut.

Halaman
12
Editor: Imam Saputro
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved