Virus Corona
Putri Maria Teresa dari Kerajaan Spanyol Meninggal Akibat Terinfeksi Virus Corona
Putri Maria Teresa dari kerajaan Spanyol meninggal dunia pada 26 Maret 2020 akibat terinfeksi virus corona.
TRIBUNPALU.COM - Virus corona atau Covid-19 tak pandang bulu dalam menjangkit korbannya.
Mulai dari kalangan biasa hingga anggota kerajaan.
Kali ini Putri Maria Teresa dari kerajaan Spanyol meninggal dunia pada 26 Maret 2020 akibat terinfeksi virus corona.
Warga dunia tengah khawatir dengan menyebarnya pandemi virus Corona atau Covid-19.
Apalagi, beberapa figur publik dunia dinyatakan positif terpapar virus tersebut.
• PM Singapura Sayangkan Sikap Pimpinan AS-China yang Saling Tuding Soal Virus Corona
• Pakar Sebut Penggunaan Cairan Hand Sanitizer Jangan Berlebihan Cegah Iritasi Kulit
Publik sangat terkejut ketikaPangeran Charles dinyatakan positif virus Corona.
Sebelum dikonfirmasi positif, Pangeran Charles melakukan beberapa kegiatan.
Kemudian, datang kabar duka dari anggota kerajaan Eropa lain.
Putri Maria Teresa dari Keluarga Cabang Bourbon-Parma meninggal dalam usia 86 tahun pada Kamis waktu setempat di Paris, Perancis (26/3/2020).
Kabar kematian sepupu Raja Spanyol Felipe VI itu diumumkan oleh saudaranya, Pangeran Sixto Enrique de Bourbon, dalam unggahan di Facebook.
"Pada sore hari ini, saudara terkasih kami Maria Teresa de Bourbon-Parma dan Bourbon Busset, korban virus corona, meninggal di Paris dalam usia 86 tahun," kata Pangeran Sixto.
Dilansir Fox News Sabtu (28/3/2020), kabar duka itu terjadi beberapa pekan setelah Raja Felipe VI negatif menderita Covid-19.
Dikutip Daily Mirror, Putri Maria lahir di Paris pada 28 Juli 1933, anak dari Pangeran Xavier, Duke Parma Piacenza, serta Madeleine de Bourbon Busset.
• Nekat Liburan di Tengah Wabah Corona, Pria Ini Tak Diperbolehkan Pulang Oleh sang Ayah
Dia adalah anggota Bourbon-Parma, keluarga cabang dari Dinasti Bourbon yang menguasai Spanyol, dan keturunan dari Dinasti Capetian Perancis.
Dia mengenyam pendidikannya di Perancis, dengan People memberitakan dia pernah menjadi profesor di Sorbonne, dan Profesor Sosiologi di Madrid's Complutense University.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palu/foto/bank/originals/dokter-di-wuhan-corona.jpg)