Penggunaan Masker Non-Medis saat Pandemi Virus Corona, Apa Kata Ahli Kesehatan Dunia?
Kini penggunaan masker non-medis mulai disarankan WHO dan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) AS.
Perlunya standar pembuatan masker kain
Scott Gottlieb, mantan komisioner dari Food and Drug Administration menyarankan agar CDC mengeluarkan desain khusus atau standar untuk masker kain bagi masyarakat umum.
"Masker tidak hanya berfungsi untuk melindungi mereka yang sakit, meskipun itu mungkin menawarkan perlindungan," kata Gottlieb.
Namun, menurut dia, masker kain ini digunakan untuk melindungi orang dari mereka yang sakit. Jadi, ketika seseorang terinfeksi virus mengenakan masker, maka akan jauh lebih kemungkinannya untuk menularkan infeksi.
Dalam sebuah penelitian, sambung Gottlieb, dengan mengenakan masker kemampuan seseorang yang terserang flu untuk menularkannya berkurang sekitar 50 persen.
Berikut pedoman CDC terkait penggunaan masker kain non-medis untuk mencegah penyebaran virus corona.
- Jika Anda sakit, apabila tersedia masker, maka kenakanlah saat berada di sekitar orang lain. Termasuk sebelum Anda ke fasilitas kesehatan.
- Jika Anda merawat orang lain yang sedang sakit dan tidak dapat memakai masker wajah, maka kenakan masker saat berada di ruangan yang sama dengan mereka.
- Selama darurat kesehatan masyarakat, masker wajah mungkin disediakan untuk petugas kesehatan.
- Masyarakat umum dapat menggunakan masker non-medis, seperti masker kain, atau menggunakan syal untuk menutup hidup dan mulut saat berada di bandara.
- Tetap menjaga jarak sosial, setidaknya sekitar dua meter saat di ruang publik.
Langkah-langkah ini penting dan harus dilakukan selama masa pandemi wabah virus corona yang telah menyebabkan ratusan ribu orang di dunia terinfeksi penyakit Covid-19.
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Cegah Corona, Ini Kata Ahli Kesehatan Dunia tentang Masker Non-medis" dan Tribunnews.com dengan judul Apa Kata Ahli Kesehatan Dunia tentang Masker Non-medis?