Pedagang Tetap Kerja di Tengah Covid-19, Dokter Paru Berpesan Uang Bisa Jadi Sarang Kuman dan Virus

Dokter Paru, Fariz Nur Widya lantas menjelaskan hal-hal yang harus dilakukan seorang pedagang di tengah pandemi virus corona Covid-19 saat ini

Kompas.com
ILUSTRASI pedagang di pasar. 

"Ini pertanyaan yang sering muncul di semua dokter di Indonesia, 'Kalau memang masker jarang ditemukan, bisa enggak dok saya pakai masker kain dan hand sanitizer buatan sendiri?'," ujar dokter Tirta.

Menurutnya, sabun adalah barang paling efektif untuk membersihkan tangan dari bakteri dan virus.

"Bapak-bapak, ibu-ibu dan sekalian terhormat yang paling bermanfaat itu adalah sabun cuci tangan," kata dia.

"Itu sudah direkomendasikan oleh WHO (World Health Organization), IDI (Ikatan Dokter Indonesia) dan teman-teman."

"Kalau memang tidak ada hand sanitizer, cucilah tangan pakai sabun," ungkapnya.

Donald Trump Jalani Tes Virus Corona Kedua Kalinya, Hasil Dinyatakan Negatif Covid-19

Cuci Tangan hingga Tetap di Rumah, 5 Hal Penting untuk Mencegah Penyebaran Virus Corona Covid-19

Dokter Tirta
Dokter Tirta (Instagram/dr.tirta)

Ia melanjutkan, sabun yang bisa dipakai bukan hanya sabun cuci tangan.

"Sabun apa? Sabun kalau memang sabun ya sabun, jangan sabun colek juga, tetapi sabun cuci tangan, sabun cuci piring, sabun mandi enggak masalah," lanjutnya.

Dokter kelahiran Surakarta itu menyarankan untuk mencuci tangan dengan langkah yang telah dicontohkan WHO.

"Karena dengan cuci tangan melalui enam langkah yang sudah diajari melalui tutorial oleh WHO, IDI, bahkan Kemenkes, yang enam langkah selama 20 detik, kalau memang yang 20 detik itu kelamaan sambil nyanyi balonku ada lima itu yang biasa saya ajarkan ke temen-temen."

"Itu bisa membunuh nyaris 90 persen bakteri dan virus di tangan," kata dia.

Sehingga, ia meminta agar masyarakat tak perlu susah-susah membuat hand sanitizer sendiri.

Apalagi, membuat hand sanitizer sendiri juga berisiko.

"Jadi jangan susah-susah pakai alkohol 90 persen dicampur dengan lidah buaya, wah kalau salah-salah tangannya melonyok pak," imbaunya.

Terkait penggunaan masker, dokter Tirta menjelaskan bahwa masker, khususnya surgical masker itu seharusnya dikenakan orang yang sakit.

Selain itu bisa digunakan oleh orang yang berisiko seperti tenaga medis.

"Untuk efektifitas masker, seperti yang sudah dijelaskan dr Erlina dan dijelaskan oleh dr Ronal, dijelaskan oleh Prof semua menjelaskan, bahwa masker, surgical mask hanya untuk orang sakit dan berisiko," lanjutnya.

Dokter Tirta menambahkan, alangkah lebih baik jika orang yang sehat memilih untuk di dalam rumah.

"Jadi kalau temen-temen masih dalam keadaan sehat walafiat di rumah saja," ucap Dokter Tirta.

Sementara itu, masker kain bukan untuk menghalangi virus melainkan hanya mengalangi debu yang masuk.

"Kalau pake masker kain itu mencegah debu, itu kalau enggak salah surgical mask lima mikron," pungkasnya.

Lihat videonya mulai menit ke-14:00:

Artikel ini telah tayang di Tribunwow.com dengan judul Dokter Fariz Nurwidya Beri Pesan bagi Pedagang Cegah Corona, Peringatkan Uang Bisa Jadi Sarang Virus

Editor: Rizkianingtyas Tiarasari
Sumber: TribunWow.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved