Deretan Fakta Penyambutan Kontestan LIDA:Melibatkan Massa di Tengah Pandemi Corona,Polisi Minta Maaf
Berikut deretan fakta soal kontroversi penyambutan kontestan Liga Dangdut yang melibatkan massa di tengah larangan berkumpul karena wabah corona.
TRIBUNPALU.COM - Berikut deretan fakta soal kontroversi penyambutan kontestan Liga Dangdut yang melibatkan massa di tengah larangan berkumpul karena wabah corona.
Peristiwa itu terjadi bahkan di dua daerah, yakni di Lombok Timur dan Alor
Padahal pemerintah telah mengeluarkan imbauan agar masyarakatan melakukan social distancing (jaga jarak sosial), maupun physical distancing (jaga jarak fisik) di tengah Pandemi Virus Corona.
Hal tersebut dilakukan demi menekan laju penularan virus dengan nama Covid-19, yang kini sudah tembus di angka 2.491 per Selasa (7/4/2020).
Meski demikian, di sejumlah daerah, tetap ada massa yang nekat berkerumun, seperti saat menyambut kepulangan 2 kontestan Liga Dangdut Indonesia (LIDA) dari Jakarta.

• Bayi di Thailand Diberikan Pelindung Wajah Khusus untuk Mencegah Penularan Corona
Dikutip dari Kompas.com, massa di Desa Lando, kecamatan Terara, Lombok Timur pada Minggu (5/4/2020), bahkan sampai berdesak-desakan menyambut Eva Yolanda, kontestan LIDA 2020 perwakilan NTB.
Dari sebuah video yang beredar di media sosial, terlihat warga berkerumun dan berdesak-desakan sambil berteriak meminta Eva bernyanyi.
Mereka bahkan tak perduli dengan imbauan sosial distancing di tengah wabah Virus Corona.
Eva sendiri tereliminasi dari kontes itu pada Sabtu (4/4/2020).
Tak hanya di Lombok Timur.
Mereka berkumpul di Bandara Mali, Alor untuk menjemput Hamid pada Sabtu (4/4/2020).
Sebagian warga juga memadati halaman rumah Hamid di Desa Alila Selatan, Kecamatan ALor Barat Laut.
Padahal saat ini wabah Virus Corona dan pemerintah pusat maupun Provinsi NTT, telah mengimbau warga untuk menjaga jarak fisik dan menghindari kerumuman.
Polisi meminta maaf jika dianggap kecolongan
Kedatangan Eva di Lombok Timur dikawal oleh polisi agar tidak dikerumuni massa.