Senin, 4 Mei 2026

LAPAN dan BMKG Tegaskan Kabar Arus Angin Bawa Wabah Penyakit adalah HOAKS

Belakangan ini beredar informasi mengenai adanya arus angin dari utara ke selatan yang membawa wabah penyakit.

Tayang:
Editor: Imam Saputro
Instagram.com/lapan_ri/
Kabar Arus Angin Utara dan Selatan Bawa Wabah Penyakit adalah HOAKS 

TRIBUNPALU.COM - Belakangan ini beredar informasi mengenai adanya arus angin dari utara ke selatan yang membawa wabah penyakit.

Informasi tersebut beredar melalui aplikasi pesan WhatsApp.

Dalam pesan yang beredar, dikatakan bahwa arus angin itu terjadi selama tiga hari, yakni Jumat, 10 April 2020 hingga Minggu, 12 April 2020.

Oleh karenanya warga dihimbau agar mengenakan masker pelindung.

Tidak berhenti sampai di situ, narasi yang tidak jelas sumbernya tersebut juga menyerukan kepada masyarakat untuk tetap berdiam diri di rumah selama periode itu.

"Kenapa kita dianjurkan untuk memakai masker di tgl 10-12 April 2020,,?

URGENT

Sebagai informasi

Usahakan 3 hari kedepan seluruh anggota keluarga masing2 dirumah,tidak keluar rumah,walau hanya untuk berjemur kalau tdk sgt terpaksa

Karena dalam 3 hari kedepan arus angin dari Utara ke arah Selatan yg membawa wabah (penyakit) akan melewati Indonesia menuju Australian

Tolong Informasikan kepada,sanak keluarga dan teman2 yg kita cintai,karena
mencegah lebih baik daripada mengobati

Terimakasih"

HOAKS Bawang Merah yang Dikupas Bisa Menyerap dan Bunuh Virus Corona, Ini Penjelasannya

Tak Ingin Masyarakat Resah, Kemenkominfo Blokir 80 Konten Hoaks Terkait Virus Corona

Menanggapi isu tersebut, pemerintah pun telah memberikan klarifikasinya.

Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional atau LAPAN misalnya, secara tegas menyampaikan bahwa kabar yang beredar itu merupakan hoaks.

Melalui akun media sosial resminya, LAPAN menjelaskan bahwa informasi perihal adanya arus angin pembawa wabah penyakit itu tidaklah benar.

"Tidak benar angin tanggal 10-12 April akan terjadi angin dari utara ke selatan yang kuat dan membawa wabah penyakit." kata Peneliti Pusat Sains dan Teknologi Atmosfer (PSTA) Erma Yulihastin.

Pihaknya menyebut angin yang terjadi selama tiga hari mendatang tidak didominasi oleh angin utara.

Tidak hanya itu, dijelaskan bahwa hingga kini belum ada penelitian yang menunjukkan keterkaitan wabah penyakit dengan angin lintas benua maupun lautan.

"Selain itu, hingga saat ini belum ada penelitian yang mengaitkan wabah penyakit dengan angin lintas-benua dan lautan (angin monsun).

Virus tidak ditularkan melalui udara, tapi melalui droplets yang jarak jangkaunya pendek, dan yang berbahaya adalah transmisi dari orang ke orang." terangnya.

Waspada HOAKS Pesan Berantai di WhatsApp Berisi Tawaran Internet Gratis 20 GB selama 60 Hari

HOAKS! Virus Corona atau Covid-19 Dapat Menular Lewat Udara

Penjelasan serupa juga disampaikan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika atau BMKG.

BMKG juga secara jelas menyatakan informasi yang beredar itu tidaklah benar dan dipastikan sebagai hoaks.

Dalam keterangannya, juga dikatakan bahwa saat ini sebagian besar wilayah Indonesia berada pada masa peralihan dari musim hujan menuju kemarau.

"sehingga sirkulasi angin tidak lagi di dominasi angin dari utara (dari Benua Asia),

bahkan di beberapa wilayah di bagian selatan Indonesia kini sudah mulai berhembus angin dari timur - selatan (dari Benua Australia)" tulisnya pada akun Twitter @infoBMKG.

(TribunPalu.com/Clarissa Fauzany)

Sumber: Tribun Palu
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved