Breaking News:

Jusuf Kalla: Krisis Kesehatan dan Ekonomi akibat Virus Corona bisa Berubah Jadi Krisis Keamanan

Menurut Jusuf Kalla, pandemi virus corona dapat berakibat melemahnya perekonomian dan berimbas pada gangguan keamanan.

TRIBUN TIMUR/AS KAMBIE
Mantan Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla atau JK di Markas Besar PBB, Manhattan, New York, AS, Senin (23/9/2019). 

TRIBUNPALU.COM - Virus corona Covid-19 saat ini tengah mewabah di Indonesia, dengan jumlah kasus yang mengalami kenaikan setiap harinya.

Wabah virus corona yang telah ditetapkan sebagai pandemi global ini pun memukul tak hanya sektor kesehatan, tetapi juga sektor kehidupan lainnya.

Seperti yang disampaikan oleh Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI) sekaligus mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla.

Pria yang akrab dipanggil Pak JK ini mengingatkan semua pihak, pandemi virus corona dapat berakibat melemahnya perekonomian dan berimbas pada gangguan keamanan.

Dicopot dari Jabatan Sebagai Komut Pelindo I, Refly Harun: Terima Kasih Erick Sudah Memberhentikan

Cegah Penyebaran Covid-19, Gubernur New York Izinkan Warganya Menikah Lewat Aplikasi Zoom

Erick Thohir Copot Refly Harun dari Jabatan Komut Pelindo I, Berikut Susunan Komisaris Baru

Menurutnya, agar hal itu tidak terjadi, maka pemerintah dan semua pihak harus menyelesaikan dahulu masalah utamanya, yakni Covid-19 tersebut.

Hal itu dikatakan Jusuf Kalla saat menerima 10 siswa Sespim Polri angkatan 60 Tahun 2020 dikutip dari siaran pers, Senin (20/4). "Kalau kita ingin terhindar dari ancaman gangguan keamanan ini, maka kita selesaikan dulu sebabnya yaitu virus ini," kata Kalla.

Jusuf Kalla menilai dalam dua bulan ini merupakan waktu terpenting untuk menyelesaikan persoalan Covid-19.

Menurutnya, apabila dalam tempo waktu tersebut belum ada penyelesaianya, maka krisis kesehatan dan ekonomi akan berubah akan menjadi krisis keamanan.

Jusuf Kalla juga mengingatkan aparat keamanan agar menangani dengan tindakan tegas tanpa kekerasan jika kelak terjadi gangguan keamanan sebagai imbas pandemi virus corona.

"Kalau 98 ditunggangi kepentingan politik, kalau ini murni kriminal karena orang susah. Maka harus tegas dalam menghadapi mereka, tapi jangan dengan kekerasan," kata dia.

Ia menilai, saat ini pemerintah belum menyelesaikan penyebaran Covid-19. Ia menilai, saat ini penyelesaian yang dilakukan justru terfokus pada akibat munculnya Covid-19 ini. "Sekarang kita cenderung menyelesaikan akibatnya seperti bagi-bagi sembako, meskipun itu perlu tapi harus sebabnya dulu diselesaikan," ujarnya.

Pemerintah melalui juru bicara penanganan Covid-19 Achmad Yurianto mengumumkan sebaran Covid-19 di Tanah Air hingga Senin, 20 April 2020. Tercatat, jumlah pasien positif terinfeksi virus corona mencapai 6.760 orang. Dari jumlah tersebut, jumlah pasien sembuh sebanyak 747 orang dan pasien meninggal 590 orang. (Tribun network/kompas.com/co)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Jusuf Kalla Mengingatkan, Krisis Kesehatan Bisa Berubah Krisis Keamanan

Editor: Rizkianingtyas Tiarasari
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved