Senin, 20 April 2026

Ponpes Temboro Kluster Baru Covid-19: 43 Santri asal Malaysia Positif, 1.000 Alat Rapid Test Dikirim

Malaysia disebut memiliki kluster baru terkait penyebaran Covid-19, yakni kluster Temboro, Jawa Timur.

Grafis Tribunnews.com/Ananda Bayu S
ILUSTRASI virus corona COVID-19. 

TRIBUNPALU.COM - Pondok Pesantren Temboro, Jawa Timur disebut-sebut sebagai kluster baru penyebaran Covid-19 Malaysia setelah 43 santri asal negara tersebut terkonfirmasi positif virus corona.

43 santri asal Malaysia dari pondok pesantren Temboro tersebut sudah pulang kampung ke negara asal mereka.

Kementerian Kesehatan Malaysia dalam pernyataan pers mengatakan, 43 santri dari ponpes Temboro itu tiba pada 16 April 2020 kemarin.

Menurut pernyataan press Kementerian Kesehatan tersebut, dari 43 santri, 34 di antaranya dikarantina di negara bagian Malaka.

Sedangkan sembilan santri lainnya di Kuala Jaya dan Kuala Lumpur.

 

Dirjen Kementerian Kesehatan Malaysia, Dr Noor Hisham Abdullah
Dirjen Kementerian Kesehatan Malaysia, Dr Noor Hisham Abdullah

Pembuat Kartun Popeye dan Tom & Jerry, Gene Deitch, Meninggal Dunia saat Karantina di Ceko

Update Corona Global Selasa, 21 April 2020 pagi: Total Kematian di Prancis Tembus 20 Ribu

Jusuf Kalla: Krisis Kesehatan dan Ekonomi akibat Virus Corona bisa Berubah Jadi Krisis Keamanan

Terkait hal ini, Dirjen Kementerian Kesehatan Malaysia, Dr Noor Hisham Abdullah angkat bicara.

"Sebuah kluster baru telah ditemukan di pintu masuk antar bangsa, yaitu di mana case positif ditemukan di kalangan rakyat Malaysia dari Indonesia melalui lapangan terbang Kuala Lumpur, 16 April 2020," kata Dr Noor Hisham yang dikutip Tribunnews dari TV One.

Dari catatan Kementerian Kesehatan Malaysia, terdapat 37 kasus baru positif corona di negara bagian Melaka.

Diketahui, 34 kasus didapatkan dari kluster Temboro.

Sedangkan 3 kasus didapatkan dari Kalimantan, Aceh, dan Turki.

Total kasus infeksi virus corona impor di Malaysia mencapai 65 kasus.

Dalam tiga hari terakhir, Malaysia menunjukkan penurunan tren, kurang dari 100 kasus per hari.

Bupati Magetan Angkat Bicara

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magetan berencana melakukan rapid test atau tes cepat terhadap ratusan sntri yang masih bertahan di Ponpes Temboro Magetan.

Hal ini mengingat ditemukan 43 santri asal Malaysia yang dinyatakan mengidap Covid-19 setelah dipulangkan dari pondok.

Bupati Magetan, Suprawoto mengatakan, terkait penemuan tersebut, pihaknya berencana melakukan tracking ulang terhadap siapa saja yang pernah berkontak erat dengan 43 santri asal Malaysia tersebut.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved