Breaking News:

Virus Corona di Indonesia

Jokowi Optimis Pandemi Covid-19 Menurun pada Juli Mendatang Asalkan Masyarakat Lakukan Hal Ini

Presiden Joko Widodo mengungkapkan dirinya optimis wabah virus corona atau Covid-19 di Indonesia akan menurun di bulan Juli mendatang.

Instagram.com/jokowi/
Potret Presiden Joko Widodo 

Wawancara yang dilakukan oleh Najwa Shihab ini merupakan kesempatan pertama yang diberikan Presiden Jokowi kepada jurnalis selama masa pandemi Covid-19.

“Panjang sekali list saya ketika bertanya ke negara, dari mulai efektivitas status pembatasan sosial berskala besar (PSBB), soal koordinasi yang tumpang tindih, peraturan yang kerap berbeda dikeluarkan, konsistensi menegakkan status PSBB,” ujar Nana, panggilan akrab Najwa Shihab dalam webtalk bersama KBRI Ankara, Selasa (21/4/2020).

Nana juga tidak melewatkan kesempatan tersebut untuk menanyakan sejumlah hal lain.

Seperti transparansi data pasien, kesiapan sejumlah fasilitas kesehatan, hingga perlindungan kepada para tenaga medis yang berada di garis terdepan untuk menangani pasien positif virus corona Covid-19.

Salah satu isu yang juga banyak yang ingin diketahui masyarakat terkait kebutuhan warga yang terdampak, dan bagaimana dilema masyarakat berpenghasilan harian dalam menghadapi pembatasan sosial.

“Jadi memang situasi ini sitasi yang tidak ideal, setiap risiko yang diambil menimbulkan risiko yang lain,” lanjutnya

Nana memahami situasi ini memang tidak hanya dialami pemerintah Indonesia.

STOP PRESS! Joko Widodo Resmi Melarang Warga Mudik di Tengah Pandemi Virus Corona

Namun di sisi lain, negara dapat belajar bagaimana mengatasi masalah ini dengan melihat kegagalan negara lain dalam menghadapi pandemi, atau belajar dari negara yang berhasil melandaikan kurva penularan.

“Ini menurut saya kesempatan untuk kita belajar dan lulus dalam ujian ini. Ya, tidak mungkin ini ditanggung sendiri oleh pemerintah. Ya, karenanya perlu peran juga dari warga negara untuk memastikan kita lulus sama-sama di ujian ini. Tapi sekali lagi negaralah yang paling berkuasa. Karena negara punya uang, punya senjata, punya tentara untuk bisa memastikan kebijakan dapat dilakukan,” tegasnya.

Terkait gagap pemerintah terhadap kebijakan mudik, juga menjadi pertanyaan yang diajukan Najwa dalam kesempatan wawancara dengan Presiden Joko Widodo.

Halaman
1234
Penulis: Clarissa Fauzany Priastuti
Editor: Imam Saputro
Sumber: Tribun Palu
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved