Breaking News:

virus corona

Walikota Depok Klaim Sudah Habiskan Rp 59 Miliar dana APBD untuk Tangani Virus Corona

Ia menjabarkan, anggaran itu telah dialokasikan untuk berbagai kebutuhan penanganan Covid-19 dari segi kesehatan dan sosial-ekonomi.

Editor: Bobby Wiratama
Kompas.com/Cynthia Lova
Wali Kota Depok Mohammad Idris 

TRIBUNPALU.COM - Wali Kota Depok, Mohammad Idris, mengemukakan Pemerintah Kota Depok telah mengucurkan dana senilai Rp 59 miliar untuk menangani wabah Covid-19.

Dalam dokumen yang ia tandatangani Kamis (23/4/2020) lalu, Idris membeberkan alokasi-alokasi anggaran yang sejauh ini sudah digelontorkan. Anggaran itu bersumber dari APBD Kota Depok 2020 dari pada pos anggaran biaya tak terduga (BTT). 

“Anggaran yang dialokasikan untuk tanggap darurat Covid-19 dari sumber BTT APBD Kota Depok, sampai saat ini sudah teralokasikan sebesar Rp 59.034.230.900,” tulis Idris dalam dokumen itu.

Ia menjabarkan, anggaran itu telah dialokasikan untuk berbagai kebutuhan penanganan Covid-19 dari segi kesehatan dan sosial-ekonomi.

Satu Keluarga Positif Covid-19 di Magetan Jawa Timur Kabur ke Kalimantan Barat saat Akan Dievakuasi

Quraish Shihab: Tak Masalah Salat Tarawih di Rumah saat Pandemi Corona, Wajib Jaga Kesehatan

Walikota New York Bagikan 500 Ribu Makanan Bagi Umat Muslim Selama Ramadan

Sebesar Rp 2,7 miliar di antaranya dipakai untuk bantuan stimulan Kampung Siaga Covid-19 di 924 RW. Masing-masing RW mendapat dana Rp 3 juta.

Anggaran juga dipakai untuk program jaring pengaman sosial yang sejauh ini sebesar Rp 7,5 miliar. Dana dibagikan kepada 30.000 kepala keluarga (KK).

Anggaran tersebut juga dibagi untuk kebutuhan pencegahan dan penanganan, termasuk peralatan dan perlengkapan kesehatan, tanpa disebut rinciannya.

Terakhir, anggaran dipakai untuk memperkuat layanan rumah sakit rujukan, yakni RSUD Kota Depok, RS Universitas Indonesia, dan RS Bhayangkara/Brimob Polri Kelapa Dua, tanpa disebut rinciannya.

“Saat ini masih dilakukan refocusing anggaran untuk memenuhi kebutuhan tanggap darurat Covid-19 yang masih sangat besar kebutuhannya,” kata Idris.

Kasus Covid-19 di Kota Depok belum menunjukkan tanda-tanda mereda meskipun pembatasan sosial berskala besar (PSBB) sudah sepekan lebih diterapkan.

Data terbaru hingga Rabu lalu, jumlah kasus positif Covid-19 mencapai 231 pasien, dengan 15 orang dinyatakan sembuh dan 17 meninggal dunia.

Angka kematian itu belum menghitung 46 pasien meninggal berstatus suspect, karena hasil tes Covid-19-nya belum dirilis Kementerian Kesehatan RI sejak 18 Maret 2020.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Depok Telah Gunakan Rp 59 Miliar Dana APBD untuk Tangani Covid-19", 

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved