Sabtu, 11 April 2026

Ramadan 2020

Asam Lambung Naik hingga Pusing, Kenali 4 Penyakit yang Kerap Muncul saat Puasa dan Pencegahannya

Buruknya mengatur pola makan dan waktu istirahat bisa menambah kemungkinan seseorang menjadi lebih rentan terserang penyakit tertentu saat berpuasa.

lvhn.org
ILUSTRASI Asam lambung naik (GERD). 

TRIBUNPALU.COM - Di bulan Ramadan, umat muslim diwajibkan untuk menjalankan ibadah puasa.

Agar puasa lancar, tentu kesehatan dan kondisi tubuh harus diperhatikan.

Ada sejumlah penyakit yang patut diwaspadai umat muslim saat memasuki bulan puasa Ramadan.

Hal ini bisa terjadi karena ada banyak kebiasaan berbeda dari hari-hari biasanya yang harus dilakukan pada saat menjalankan ibadah puasa.

Buruknya mengatur pola makan dan waktu istirahat juga bisa menambah kemungkinan seseorang menjadi lebih rentan terserang penyakit tertentu saat berpuasa.

Penyakit yang sering dialami selama puasa bisa menyerang kapan saja.

Penyakit-penyakit tersebut memiliki berbagai macam penyebab dan tentunya dapat menganggu aktivitas umat muslim yang tengah berpuasa.

Arkana Mawardi Ulang Tahun, Nikita Mirzani Berdoa: Jadi Lelaki Gentleman dan Jangan Korupsi

Diberhentikan Joko Widodo dari Komisioner KPAI, Sitti Hikmawatty: Saya Terima Putusan Pak Presiden

Dua Pria Ini Rela Duduk Bersama Domba di Bak Mobil Pikap Demi Bisa Mudik ke Garut

Berikut ini beberapa penyakit yang umum terjadi selama puasa:

1. Asam lambung naik

Dokter RS PKU Muhammadiyah Surakarta, dr. Dien Kalbu Ady, menjelaskan asam lambung naik hingga menyebabkan rasa tidak nyaman pada perut bisa jadi sering dialami oleh banyak orang ketika berpuasa.

Hal itu biasanya terjadi karena perut dalam kondisi kosong hingga menyebabkan asam lambung naik.

Maka dari itu, penting bagi siapa saja untuk tidak menyepelekan atau meninggalkan makan sahur guna meminimalisir penyakit tersebut.

Selain itu, asam lambung juga bisa naik karena kebiasaan tidur setelah santap sahur, apalagi setelah makan dalam porsi banyak.

Langsung tidur atau berbaring setelah makan bisa jadi menyebabkan tekanan di dalam lambung meningkat, sehingga makanan dan cairan lambung naik kembali ke tenggorokan.

Apabila aktivutas ini terus dilakukan, bukan tidak mungkin akan memicu terjadinya penyakit Gastroesophageal Reflux Disease (Gerd).

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved