Akibat Ketidakseimbangan Ekologis, Hutan Amazon bisa Jadi Pusat Pandemi Virus Selanjutnya

"Ketika Anda menciptakan ketidakseimbangan ekologis, saat itulah virus dapat melompat dari hewan ke manusia."

interestingengineering.com
Hutan Amazon. 

TRIBUNPALU.COM - Dunia saat ini sedang menghadapi pandemi global virus corona Covid-19 yang merebak hingga ke lebih dari 200 negara.

Namun, risiko dan ancaman pandemi tak hanya virus corona saat ini, tetapi juga varian virus dan penyakit lain, mengintip dari wilayah Brasil.

Seorang ahli ekologi dari Brasil, David Lapola, mengatakan bahwa pandemi berikutnya bisa berasal dari hutan hujan Amazon.

Menurutnya, meluasnya gangguan manusia pada hewan di sana disebabkan oleh deforestasi yang merajalela.

Sebelumnya, para peneliti telah mengatakan bahwa ‘urbanisasi’ pada alam liar berkontribusi terhadap timbulnya penyakit zoonosis yang berpindah dari hewan ke manusia.

Ini termasuk virus corona baru yang diyakini peneliti berasal dari kelelawar sebelum menular ke orang-orang di provinsi Hubei, Tiongkok.

Lapola, yang mempelajari bagaimana aktivitas manusia dapat mengubah ekosistem hutan tropis di masa depan, mengatakan bahwa hal sama sedang terjadi di Amazon.

Update Corona Global, Senin 18 Mei, Siang: Kasus Covid-19 Lampaui spanyol, Rusia Duduki Posisi 2

Indira Kalistha Tuai Hujatan karena Pernyataan Kontroversialnya, sang Suami Lakukan Tindakan Ini

Selama Libur Idul Fitri, Mesir akan Perpanjang Jam Malam dan Hentikan Transportasi

Hasil Penelitian Ilmuwan Terkait Penggunaan Masker: Manusia Gunakan Masker untuk Lindungi Orang Lain

“Amazon merupakan tempat penyimpanan virus terbesar. Sebaiknya kita jangan main-main,” kata Lapola kepada AFP.

Kini, hutan hujan terbesar di dunia tersebut, semakin menghilang dengan kecepatan yang mengkhawatirkan.

Tahun lalu, deforestasi hutan Amazon di Brasil meningkat 85%, atau dengan kata lain, hutan tersebut telah kehilangan area lebih dari 10 ribu kilometer persegi (setara dengan luas wilayah negara Lebanon).

Halaman
123
Editor: Rizkianingtyas Tiarasari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved