Breaking News:

Virus Corona di Indonesia

PSBB di Jakarta Tunjukkan Hasil Signifikan, Anies Baswedan: 4 Juni Masuk Masa Transisi ke New Normal

DKI Jakarta telah menerapkan aturan PSBB sejak 10 April 2020 dan diperpanjang hingga 4 Juni mendatang.

YouTube BNPB Indonesia
Anies Baswedan dalam Konferensi Pers pada Senin (25/5/2020) di Graha BNPB. 

TRIBUNPALU.COM - Perkembangan pandemi COVID-19 atau virus corona di DKI Jakarta telah menunjukkan kemajuan.

Menurut Gubernur Anies Baswedan, kondisi ini sejalan dengan diterapkannya pembatasan sosial berskala besar atau PSBB.

"Sejak dilakukan pembatasan berskala besar, baik ketika resmi PSBB maupun ketika kita pertengahan maret di Jakarta sudah mulai menutup sekolah, kegiatan2 yang mengumpulkan orang. Selama dua bulan lebih ini Jakarta telah menunjukkan kemajuan yang sangat signifikan," ujar Anies dalam Konferensi Pers pada Senin (25/5/2020) di Graha BNPB.

Untuk diketahui, menurut data yang dirilis oleh Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, DKI Jakarta telah menerapkan aturan PSBB sejak 10 April 2020 dan diperpanjang hingga 4 Juni mendatang.

Sebelum itu, pemerintah setempat juga telah memberlakukan pembatasan dengan menutup sekolah maupun fasilitas umum dalam rangka mengurangi kegiatan yang mengumpulkan massa.

"Hampir 60 persen masyarakat di Jakarta tidak bepergian dan tetap berada di dalam rumah," imbuhnya.

Anies menuturkan kondisi ini menyebabkan penurunan yang cukup drastis terkait penggunaan kendaraan pribadi maupun umum di wilayah Jakarta.

Lebih lanjut, mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu mengatakan bahwa saat ini DKI Jakarta telah memasuki fase penentuan.

Update Covid-19 Indonesia Senin 25 Mei 2020: Tambah 479 Kasus Baru, Ada 240 Pasien Dinyatakan Sembuh

Update WNI Positif Covid-19 di Luar Negeri Senin, 25 Mei 2020: Ada Tambahan WNI Sembuh di Vatikan

Karena, menurut Anies, jika pada hari-hari ini angka penularan menurun hingga di bawah 1, maka setelah 4 Juni dimungkinkan wilayahnya akan memasuki masa transisi menuju normal baru (new normal).

Namun, ia memberikan catatan bahwa hal itu tidak akan tercapai apabila angka penularan virus corona mengalami peningkatan.

"Tetapi, bila hari-hari ke depan angkanya meningkat karena kita mulai bebas, mulai bepergian, tidak disiplin menggunakan masker dan cuci tangan, maka ada potensi kita harus memperpanjang seakan mengulang proses yang kita kerjakan kemarin," terangnya.

Dalam kesempatan itu, Anies kemudian menyinggung masalah izin bepergian bagi pihak-pihak tertentu di tengah pandemi ini.

Ia menuturkan bahwa izin bepergian hanya diizinkan bagi mereka yang memiliki kepentingan pekerjaan di sektor-sektor tertentu.

Hal serupa juga berlaku bagi mereka yang akan datang atau masuk ke Jakarta.

Update Corona Global 25 Mei 2020 Pagi: Total Kasus Capai 5,49 Juta, India Masuk 10 Besar

"Yang diizinkan masuk ke Jakarta adalah mereka-mereka yang karena pekerjaannya mengharuskan berada di Jakarta, di sektor yang diizinkan," tuturnya.

Sementara, diketahui hingga kini DKI Jakarta telah mencatat total 6.709 kasus konfirmasi positif virus corona setelah adanya penambahan 75 kasus baru.

(TribunPalu.com/Clarissa Fauzany)
Penulis: Clarissa Fauzany Priastuti
Editor: Rizkianingtyas Tiarasari
Sumber: Tribun Palu
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved