Breaking News:

LAPAN Umumkan Hari Ini Pukul 16.18 WIB Akan Terjadi Fenomena Matahari Melintas Tepat di Atas Ka'bah

LAPAN mengabarkan, fenomena Matahari di atas Ka’bah tahun ini terjadi pada Rabu, 27 Mei 2020 pukul 16.18 WIB.

Editor: Lita Andari Susanti
Twitter/HaramainInfo
ILUSTRASI - Pemandangan Kabah saat dibersihkan, Kamus (5/3/2020) waktu setempat 

- Kabupaten Kepulauan Aru

Selain itu juga di Propinsi Papua Barat serta Propinsi Papua.

Kesembilan wilayah ini dapat meluruskan arah kiblat ketika Matahari berada di titik balik atau Nadir Ka’bah (disebut juga sebagai Antipoda Ka’bah) pada 29 November pukul 0.09 Waktu Saudi atau 6.09 WIT, serta 14 Januari pukul 0.30 Waktu Saudi atau 6.30 WIT.

Secara umum, langkah dalam menentukan arah Kiblat dengan Antipoda Ka’bah sama dengan ketika menggunakan Kulminasi Agung.

Akan tetapi terdapat perbedaan dengan Kulminasi Agung yakni penentuan arah kiblat pada bayangan.

Jika Kulminasi Agung arah kiblat adalah dari ujung ke pusat bayangan, sebaliknya jika Matahari berada di Antipoda Ka’bah arah kiblat adalah dari pusat ke ujung bayangan.

Diwartakan Tribunnews.com sebelumnya, Ahli ilmu falak Dr Muh Nashirudin MA M Ag dari Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta mengatakan, hal ini dikenal sebagai Istiwa' A'dham, atau Rashdul Qiblah Global.

"Dalam ilmu falak, kita mengenal ini sebagai Istiwa' A'dham, atau Rashdul Qiblah Global," jelas Nashirudin.

Nashirudin menyebut hal ini merupakan salah satu hikmah perpindahan kiblat dari Masjidil Aqsa ke Masjidil Haram.

"Salah satu hikmah perpindahan adalah matahari tepat di atas Ka'bah atau melintasi Masjidil Haram yang itu bisa menjadi sarana untuk menentukan arah kiblat terutama di Indonesia," imbuhnya.

"Ada pula yang mengatakan antara tanggal 26 sampai 30 Mei pada jam 16.18 WIB, seluruh bayangan benda yang tegak lurus akan mengarah ke kiblat," ungkapnya.

Maka dari itu, pada waktu tersebut apabila kita menancapkan benda yang tegak lurus, maka bayangan benda akan mengarah lurus ke kiblat.

"Nah ini bisa dijadikan sarana bagi kita untuk ngecek apakah arah kiblat masjid, musala, dan bangunan yang kita tempati mengarah kiblat atau tidak," ungkapnya.

Bila Cuaca Tidak Memungkinkan

Sementara itu, jika umat Islam dalam tanggal tersebut di wilayahnya bertepatan dengan mendung atau hujan yang menghalangi sinar matahari, dapat melakukan pengecekan pada bulan Juli 2020 nanti.

"Bila bulan ini karena cuaca yang tidak memungkinkan, tidak ada sinar matahari yang dipakai untuk menentukan arah kiblat, kita masih ada kesempatan nanti di bulan Juli, tepatnya tanggal 15 dan 16 Juli 2020," ujarnya.

Nashirudin menyebut ada juga yang berpendapat pada tanggal 14 hingga 18 Juli pukul 16.27 WIB.

"Dengan cara yang sama, pakai benda tegak lurus atau tali berbandul di tempat yang datar dan terkena sinar matahari, maka bayangan benda akan mengarah ke arah kiblat," ungkap Nashirudin.

Nashirudin menyebut, harus ada kesesuaian waktu.

"Jadi yang kita butuhkan untuk mengecek ulang arah kiblat yang pertama adalah meyakinkan bahwasanya waktu yang kita pakai sudah terkalibrasi."

"Artinya tidak ada perbedaan antara waktu yang kita pakai dengan waktu yang sebenarnya," ungkap Nash.

(Tribunnews.com/Fajar/Wahyu Gilang P)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Fenomena Matahari di Atas Ka'bah Terjadi Pada Rabu, 27 Mei 2020 Pukul 16.18 WIB,

Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved