Breaking News:

Sikap Menaker Ida Fauziyah Terkait Ratusan Perusahaan yang Diduga Langgar Aturan Pembayaran THR

Menteri Ida menyebut bagi pengusaha yang terlambat membayar THR Keagamaan kepada pekerja/buruh akan dikenai denda sebesar 5 persen.

Kompas.com/Ihsanuddin
Menteri Ketenagakerjaan, Ida Fauziyah. 

TRIBUNPALU.COM - Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah tengah melakukan pemeriksaan awal terhadap dugaan pelanggaran perusahaan terkait pembayaran THR (Tunjangan Hari Raya) 2020.

Kategori pelanggaran itu di antaranya THR belum dibayarkan, THR belum disepakati, THR terlambat bayar, dan THR tidak dibayarkan.

“Saat ini kita telah koordinasikan dengan Dinas Tenaga Kerja setempat untuk tindaklanjut pemeriksaan oleh pengawas ketenagakerjaan dalam rangka penegakan hukum," kata Menaker di Jakarta, Kamis (28/5/2020).

Berdasarkan data Posko pengaduan THR Kemnaker tercatat sejak tanggal 11-25 Mei 2020 sebanyak 336 perusahaan diadukan oleh 453 pengaduan yang berasal dari pekerja/buruh.

Mereka dilaporkan karena dianggap melakukan pelanggaran pembayaran THR.

Jaga Ketersediaan Bahan Pokok saat Pandemi Covid-19, Ini 4 Skema Insentif untuk Petani dan Nelayan

Jadwal Belajar dari Rumah TVRI Jumat, 29 Mei 2020: Festival Video Edukasi untuk SMP 4 Sekawan

Pria di Jambi Babak Belur Dihajar Warga karena Jual Rokok dalam Kardus yang Isinya Ternyata Sampah

Wishnutama Sebut Indonesia Kehilangan 4 Juta Wisatawan Mancanegara akibat Pandemi Covid-19

Rincian dari 453 pengaduan pembayaran THR tersebut adalah 146 pengaduan akibat THR belum dibayarkan, 3 pengaduan THR belum disepakati, 78 pengaduan akibat THR terlambat bayar dan 226 pengaduan akibat THR tidak dibayarkan.

“Jadi para pengawas ketenagakerjaan yang turun ke lapangan akan memastikan kondisi perusahaan dan dugaan pelanggaran pembayaran THR. Apakah perusahaan itu termasuk kategori THR belum dibayarkan atau THR belum disepakati karena sampai saat ini belum ada pembicaraan sama sekali terkait pembayaran THR,” sambungnya.

Terkait sanksi bagi perusahaan yang tidak membayar THR, Menteri Ida menegaskan terdapat sanksi administratif berupa sanksi teguran tertulis dan sanksi pembatasan kegiatan usaha.

Menteri Ida menyebut bagi pengusaha yang terlambat membayar THR Keagamaan kepada pekerja/buruh akan dikenai denda sebesar 5 persen.

"Denda ini dikelola dan dipergunakan untuk kesejahteraan pekerja/buruh, serta tidak menghilangkan kewajiban pengusaha untuk tetap membayar THR Keagamaan kepada pekerja/buruh," katanya.

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Ratusan Perusahaan Diduga Langgar Aturan Pembayaran THR, Ini Sikap Menaker
Penulis: Reynas Abdila

Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved