Breaking News:

Menuju New Normal, Wapres Ma'ruf Amin: Jaga Keseimbangan Produktivitas dan Keamanan Diri

Wakil Presiden Ma'ruf Amin menyebut new normal adalah dampak Covid-19 membuat tugas masyarakat, baik sebagai individu atau pekerja, bertambah berat.

Instagram/kyai_marufamin
Wakil Presiden RI KH Maruf Amin. 

TRIBUNPALU.COM - Istilah new normal saat ini tengah ramai diperbincangan oleh berbagai kalangan.

Wakil Presiden Ma'ruf Amin menyebut the new normal (kenormalan baru) yang merupakan dampak Covid-19 membuat tugas masyarakat, baik sebagai individu atau pekerja, bertambah berat.

“Kita merasakan bahwa setelah tiga bulan ini kemudian terjadilah penurunan di bidang ekonomi, ekonomi kita menjadi menurun, bahkan sangat drastis. Karena itu, sekarang bagaimana kita menjaga keseimbangan antara tetap menjaga aman (dari) Covid dan juga produktivitasnya, itu yang kemudian disebut tatanan baru atau new normal. Ini menjadi tugas kita di dalam rangka menjaganya,” kata Ma'ruf dalam halal bi halal dengan pegawai dan perangkat Kantor Sekretariat Wakil Presiden, yang ditulis Sabtu (30/5/2020).

Pedoman Pelaksanaan Pernikahan, Olahraga, Konser, Ibadah saat Penerapan New Normal

New Normal di Tengah Pandemi Covid-19, WHO Tekankan Pentingnya Protokol Kesehatan dan Jarak Sosial

Lebih lanjut Wapres mengungkapkan  tantangan negara Indonesia ke depan di berbagai bidang semakin berat, terutama bidang tugas yang melekat kepada Wapres.

“Kita tidak boleh kehilangan arahnya, ya reformasi birokrasi, stunting, pemberdayaan kemiskinan. Apalagi sekarang ini kemiskinan itu bertambah. Artinya ke depan kita menghadapi tugas-tugas yang berat," katanya.

Maka itulah, semangat kerja baru menurut Ma'ruf, lebih diperlukan lagi dibandingkan dengan yang sebelumnya karena tantangan yang berat tersebut.

“Dan terus terang Covid-19 ini memberikan banyak pengalaman, banyak hal yang harus diperbaiki ya. Ternyata dari peristiwa ini banyak hal yang bisa kita peroleh dan dari situ kita akan mulai upaya penataan dan perbaikan-perbaikan, terutama di dalam rangka reformasi birokrasi yang menjadi tugas saya yang dibebankan oleh Presiden,” ujarnya.

Dirimya mengajak seluruh pegawai dan perangkat yang melekat agar dapat menjadikan Idulfitri sebagai momentum untuk membangun semangat baru dalam membantunya menyelesaikan tugas-tugas negara.

"Sekali lagi terima kasih atas kerja samanya selama ini, telah bekerja dengan baik, dan saya berharap ke depan dengan semangat baru, suasana baru setelah Idulfitri ini kita jadikan momentum untuk kerja lebih baik lagi," pungkas Ma'ruf.

Sebelumnya, Kepala Sekretariat Wakil Presiden Mohamad Oemar melaporkan upaya-upaya yang telah dilakukan kantor Sekretariat Wakil Presiden dalam memutus rantai penyebaran Covid-19.

Upaya-upaya tersebut meliputi bidang medis di antaranya dengan melaksanakan rapid test serta swab test serta penyediaan sarana mencuci tangan dan hand sanitizer, perubahan pengaturan mekanisme tata kerja dengan menerapkan sistem bekerja dari rumahserta realokasi anggaran.

Istilah New Normal dan Herd Immunity di Tengah Pandemi Corona, Guru Besar FKUI Jelaskan Artinya

“Kita semua menyadari bahawa suasana pandemi Covid kali ini adalah suasana memang membuat semua kita prihatin. Meskipun tidak menyerah, tentu. Semua upaya dilaksanakan oleh pemerintah dan kita merupakan bagian dari upaya itu, bersama-sama masyarakat untuk ikut menangani Covid-19,” lapor Oemar.

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Ma'ruf: Menuju Normal Baru, Jaga Keseimbangan Produktivitas dan Keamanan Diri, 

Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved