Breaking News:

Akademisi UI Sebut Kemungkinan Gagasan Pakar Epidemiologi Tidak Sampai pada Kebijakan Pemerintah

Dalam penanganan pandemi virus corona Covid-19 di Indonesia, sudah banyak peran pakar epidemiologi dari berbagai macam perguruan tinggi Tanah Air.

Geosiar
Ilustrasi virus corona Covid-19. 

TRIBUNPALU.COM - Dalam penanganan pandemi virus corona Covid-19 di Indonesia, sebenarnya sudah banyak peran pakar epidemiologi dari berbagai macam perguruan tinggi Tanah Air.

Hal ini disampaikan oleh Akademisi Universitas Indonesia Ikrak Sulhin.

Menurutnya, Indonesia tidak kekurangan para ahli di bidang kesehatan masyarakat.

"Tapi memang yang menjadi masalah adalah sejauh mana pemikiran-pemikiran mereka mendapatkan ruang," ujarnya dalam diskusi virtual, Senin (1/6/2020).

Ketua Studi Departemen Kriminologi UI tersebut meyakini para epidemiolog sudah banyak menyumbang gagasan lewat berbagai macam platform, baik media massa maupun media sosial.

"Mungkin (pendapat) mereka enggak sampai pada policy pemerintah atau negara. Dan juga ada faktor, ada variabel agency misalnya, ada banyak kepentingan di situ, ada banyak orang-orang yang berpikir di situ, bahwa para penentu kebijakan yang bisa saja berpikiran lain," ujarnya.

Tersandung Kasus Narkoba, Dwi Sasono Ajukan Asesmen Rehabilitasi kepada Pihak Kepolisian

Update Covid-19 Global Selasa, 2 Juni 2020 Pagi: Kasus Kematian Tercatat Sebesar 375.526

Viral Kisah Murid SMP Dapat Tugas Aneh dari Gurunya, Disuruh Chat Donald Trump hingga Bill Gates

Pria Bertato Peta Indonesia di Kerusuhan Amerika Serikat: Saya Warga Negara AS yang Dinaturalisasi

Ikrak memberi contoh bahwa banyak pandemi di Indonesia yang berpendapat bahwa kesehatan masyarakat adalah yang utama dalam masa pandemi.

"Tapi kalau kita lihat selintas, Perppu yang muncul pertama itu kan Perppu yang bicara soal urusan keuangan, justru bukan soal kesehatan masyarakat. Nah, ini kan sudah mengindikasikan terlihat bahwa ekonomi yang lebih didahulukan," lanjutnya.

Ikrak menduga pemerintah punya pertimbangan lain mengapa justru variabel ekonomi yang lebih diperhatikan.

"Apakah para epidemiolog berbicara? Mereka bicara, tapi kalau sudah bicara soal kebijakan, inilah yang menjadi problem kemudian," ujarnya.

(Tribunnews.com, Reza Deni)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul 'Para Epidemiolog Sudah Banyak Menyumbang Gagasan, Mungkin Tak Sampai pada Policy Pemerintah'

Editor: Rizkianingtyas Tiarasari
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved