Minggu, 3 Mei 2026

Polisi di Amerika Serikat Kembali Bunuh Warga Kulit Hitam, Kali Ini Pemilik Restoran Barbekyu

David McAtee, yang restoran barbekyu miliknya tak jauh dari lokasi kejadian, dikenal sebagai sosok yang menawarkan makan siang kepada polisi.

Tayang:
Aida Osman via GoFundMe
David McAtee, pemilik restoran barbekyu YaYa?s BBQ Shack, tewas dengan dugaan ditembak polisi di Louisville, Kentucky, Amerika Serikat, dalam demo yang berlangsung ricuh Senin (1/6/2020) 

TRIBUNPALU.COM - Seorang pemilik restoran barbekyu di Louisville, Kentucky, tewas dengan dugaan dia ditembak polisi dalam demo yang berlangsung ricuh.

David McAtee, dikenal sebagai bos YaYa’s BBQ Shack, terbunuh pada Senin waktu setempat (1/6/2020) ketika aparat dan Garda Nasional memaksakan penerapan jam malam.

Pihak berwenang menyatakan, mereka merespons suara tembakan yang terjadi di tengah gelombang protes insiden penembakan di kota terbesar Kentucky itu.

David McAtee, yang restoran barbekyu miliknya tak jauh dari lokasi kejadian, dikenal sebagai sosok yang menawarkan makan siang kepada polisi.

Dilansir AP via PBS, ratusan orang yang kembali ke lokasi dia tewas ditembak beberapa jam selepas insiden, berkabung dan mengenang sosoknya.

Christopher 2X, aktivis anti-kekerasan dan Direktur Eksekutif Game Changers, menyatakan bahwa McAtee sangat disukai oleh orang di lingkungannya.

"Saya tidak pernah melihatnya bertindak agresif dalam kondisi apa pun," kata dia. Wakil Ketua Polisi Louisville, Robert Schroeder.

Ternyata Ini Makna dari Kode ACAB dan 1312 yang Sering Terlihat di Foto Aksi Demo Kasus George Floyd

Pria Bertato Peta Indonesia di Kerusuhan Amerika Serikat: Saya Warga Negara AS yang Dinaturalisasi

Dia mengungkapkan, selama bertahun-tahun McAtee dikenal baik oleh jajarannya. "Dia selalu memastikan anggota kami mendapat makan siang saat berjaga," ujar dia.

Saksi mata Kris Smith mengungkapkan, dia hendak kembali ke mobol selepas dari restoran ketika melihat ada pasukan Garda Nasional datang.

"Begitu saya berjalan ke mobil, mereka datang dengan tongkat, perisai, benda seperti itu. Seperti film yang mengerikan," ujar dia.

Gubernur Andy Beshear memerintahkan Kepolisian Negara Bagian Kentucky untuk menggelar penyelidikan secara independen terkait insiden itu.

Beshear menekan polisi Louisville untuk membuka rekaman kejadian, yang beberapa jam kemudian dijawab dengan gusar oleh Wali Kota Greg Fischer.

Sang wali kota menyatakan, polisi ternyata tidak mengaktifkan kamera di seragam mereka ketika merspons kerusuhan dalam aksi protes.

"Tipe kegagalan institusional seperti ini yang tidak bisa saya toleransi," katanya. Insiden itu berdampak kepada Kepala Polisi Steve Conrad.

Awalnya, Conrad menyampaikan dia mengundurkan diri pada akhir Juni. Namun, Fischer kemudian mengumumkan dia dipecat dari jabatannya.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved