Breaking News:

Terbitkan Aturan Salat Jumat Dua Gelombang Ganjil-Genap Menurut Nomor HP, DMI Ungkap Alasannya

Dewan Masjid Indonesia (DMI) menerbitkan aturan salat Jumat dua gelombang dengan ganjil genap berdasarkan nomor ponsel.

Tribun Jateng/Hermawan Handaka
Seratusan jemaah mengikuti ibadah Salat Jumat pertama di Masjid Al-Wali LDII, di Jalan Fatmawati, Sendangmulyo, Kecamatan Tembalang, setelah hampir tiga bulan sejumlah masjid dan tempat ibadah lainnya di Kota Semarang, Jawa Tengah, ditutup sementara untuk mencegah penularan virus corona (Covid-19), Jumat (12/6/2020). Takmir masjid juga melakukan penyemprotan disinfektan pada pagi hari meliputi area dalam masjid dan luar masjid. Takmir hanya membatasi jumlah jemaah maksimal 100 orang dari kapasitas masjid yang bisa menampung ribuan jemaah. Protokol kesehatan dilakukan ketat sejak masuk masjid yaitu hanya membuka satu pintu untuk keluar masuk jemaah. Jemaah yang datang wajib menggunakan masker lalu diperiksa suhu tubuhnya dan memakai hand sanitizer sebelum memasuki ruangan. Di dalam masjid disiapkan tanda dari selotip sebagai penanda jarak antar jemaah. 

TRIBUNPALU.COM - Dewan Masjid Indonesia (DMI) menerbitkan aturan salat Jumat dua gelombang dengan ganjil genap berdasarkan nomor ponsel.

Terkait hal ini, Sekretaris Jenderal Dewan Masjid Indonesia (DMI) Imam Addaruquthni membeberkan alasannya.

Menurut Imam, aturan ini keluar setelah Ketua Umum DMI Jusuf Kalla mengamati pelaksanaan salat Jumat selama dua pekan terakhir serta laporan dari anggota DMI.

Imam mengungkapkan aturan ini untuk menyikapi penurunan daya tampung masjid untuk salat Jumat sampai hanya tinggal 40 persen. Langkah ini dilakukan untuk mencegah penyebaran virus corona saat salat Jumat.

"Dari fakta lapangan dan demi lebih menjamin keselamatan jemaah dan lingkungan dari resiko penularan Covid, di samping juga merujuk pada prinsip pelaksanaan perintah dan tujuan syari'at (maqashid al-Syari'ah)," ujar Imam kepada Tribunnews.com, Rabu (17/6/2020).

Pasca Helmy Yahya Dipecat, TVRI Tak Akan Siarkan Lanjutan Liga Inggris di Masa New Normal

Tim Peneliti dari Universitas Airlangga Kembangkan Obat Covid-19, Pemerintah Siap Beri Dukungan

Doni Monardo Sebut Masih Banyak Masyarakat yang Belum Memahami Pengertian New Normal

Seratusan jemaah mengikuti ibadah Salat Jumat pertama di Masjid Al-Wali LDII, di Jalan Fatmawati, Sendangmulyo, Kecamatan Tembalang, setelah hampir tiga bulan sejumlah masjid dan tempat ibadah lainnya di Kota Semarang, Jawa Tengah, ditutup sementara untuk mencegah penularan virus corona (Covid-19), Jumat (12/6/2020). Takmir masjid juga melakukan penyemprotan disinfektan pada pagi hari meliputi area dalam masjid dan luar masjid. Takmir hanya membatasi jumlah jemaah maksimal 100 orang dari kapasitas masjid yang bisa menampung ribuan jemaah. Protokol kesehatan dilakukan ketat sejak masuk masjid yaitu hanya membuka satu pintu untuk keluar masuk jemaah. Jemaah yang datang wajib menggunakan masker lalu diperiksa suhu tubuhnya dan memakai hand sanitizer sebelum memasuki ruangan. Di dalam masjid disiapkan tanda dari selotip sebagai penanda jarak antar jemaah. Tribun Jateng/Hermawan Handaka
Seratusan jemaah mengikuti ibadah Salat Jumat pertama di Masjid Al-Wali LDII, di Jalan Fatmawati, Sendangmulyo, Kecamatan Tembalang, setelah hampir tiga bulan sejumlah masjid dan tempat ibadah lainnya di Kota Semarang, Jawa Tengah, ditutup sementara untuk mencegah penularan virus corona (Covid-19), Jumat (12/6/2020). Takmir masjid juga melakukan penyemprotan disinfektan pada pagi hari meliputi area dalam masjid dan luar masjid. Takmir hanya membatasi jumlah jemaah maksimal 100 orang dari kapasitas masjid yang bisa menampung ribuan jemaah. Protokol kesehatan dilakukan ketat sejak masuk masjid yaitu hanya membuka satu pintu untuk keluar masuk jemaah. Jemaah yang datang wajib menggunakan masker lalu diperiksa suhu tubuhnya dan memakai hand sanitizer sebelum memasuki ruangan. Di dalam masjid disiapkan tanda dari selotip sebagai penanda jarak antar jemaah. Tribun Jateng/Hermawan Handaka (Tribun Jateng/Hermawan Handaka)

Menurut Imam, penggunaan sistem dua gelombang dengan sistem ganjil genap menggunakan ponsel diambil karena dianggap lebih praktis dan detail.

"Pak (Jusuf Kalla) berpikir lebih detail dan praktis terkait pengaturan pelaksanaan ibadah Jumat dua gelombang dengan di antaranya mengajak para DKM atau Takmir sebagai pelaksana kemasjidan untuk mempertimbangan pola ganjil genap berbasis nomor HP sebagaimana tersebut dalam SE ke-IV DMI," tutur Imam.

Imam mengatakan saat ini keinginan masyarakat untuk salat Jumat sangat tinggi sehingga pelaksanaan salat dua gelombang sangat dibutuhkan.

Aturan ini dibutuhkan untuk pengaturan yang lebih tertib kepada jemaah salat Jumat. Selain itu aturan ini dibuat untuk mencegah penyebaran Covid-19.

"Maka pelaksanaan ibadah Jumat dua gelombang semakin urgen dengan pengaturan yang lebih tertib dan sehat," pungkas Imam.

Daftar Daerah di Indonesia yang Dilewati Gerhana Matahari Cincin pada 21 Juni 2020, Sulteng Dilewati

Joko Widodo Pernah Bilang Jangan Asal Gigit Orang yang Tidak Salah, Ini Respon Ketua KPK

Gubernur Sulawesi Tenggara Izinkan 500 TKA asal China Bekerja di Konawe

Halaman
123
Editor: Rizkianingtyas Tiarasari
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved