Imam Nahrawi Minta KPK juga Tetapkan Taufik Hidayat sebagai Tersangka: ''Dia Perantara''

Imam Nahrawi menyebutkan, seharusnya Taufik Hidayat juga ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Instagram @taufik_fc
Mantan pemain bulu tangkis Indonesia, Taufik Hidayat. 

TRIBUNPALU.COM - Nama mantan atlet bulu tangkis Taufik Hidayat terseret kasus dugaan suap yang menjerat mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi.

Imam Nahrawi menyebutkan, seharusnya Taufik Hidayat juga ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Hal tersebut ditulis Imam Nahrawi dalam salinan pledoi selaku terdakwa kasus dugaan suap terkait dana hibah KONI dan penerimaan gratifikasi yang dibacakannya pada Jumat (19/6/2020).

"Seharusnya bila ini dipaksakan menjadi perkara suap, secara logika Taufik Hidayat juga menjadi tersangka suap sebagai perantara, tidak pandang beliau mengerti atau tidak uang itu harus diapakan dan dikemanakan," kata Imam, sebagaimana tertulis dalam salinan pledoi yang diterima oleh Kompas.com.

Soal Konflik dengan Azriel dan Aurel Hermansyah, Psikolog Sarankan Krisdayanti untuk Turunkan Ego

Update WNI Positif Covid-19 di Luar Negeri Sabtu, 20 Juni 2020: Tambahan 1 Kasus Positif di Nigeria

KPK Dorong Taufik Hidayat untuk Melaporkan Dugaan Praktik Korupsi di Kementerian Pemuda dan Olahraga

PSSI Umumkan Liga 1 Bergulir Kembali Oktober, Sesmenpora: Tunggu Lampu Hijau Gugus Tugas

Dalam persidangan sebelumnya, Taufik Hidayat mengakui pernah menyerahkan uang Rp 1 miliar kepada asisten pribadi Imam, Miftahul Ulum.

Imam mengklaim tidak pernah mengetahui adanya penerimaan tersebut serta penerimaan dari pihak-pihak lain.

Ia menyebut uang tersebut dialokasikan sendiri tanpa perjanjian tertulis dan baru ia ketahui setelah ia ditetapkan sebagai tersangka.

"Apakah ketidaktahuan saya ini menjadi tanggung jawab saya secara pidana juga? Mengingat mereka yang telah bermain api dan mengatasnamakan saya?" ujar Imam.

Oleh karena itulah, Imam menilai Taufik semestinya ditetapkan sebagai tersangka suap atas perannya sebagai perantara.

Imam Nahrawi dituntut 10 tahun penjara

Imam Nahrawi mendapat tuntutan 10 tahun penjara oleh jaksa penuntut umum (JPU) pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Selain tuntutan 10 tahun penjara, Imam Nahrawi juga dituntut denda Rp 500 juta subsider 6 bulan kurungan.

JPU KPK menilai Imam bersalah dalam kasus dugaan suap terkait pengurusan proposal dana hibah Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) dan gratifikasi dari sejumlah pihak.

Imam juga dituntut untuk mengembalikan uang negara sebesar Rp 19 miliar dalam waktu satu bulan.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved