Pengantin Pria di India Meninggal Dunia setelah Hari Pernikahan, 30 Tamu yang Hadir Positif Covid-19

Sebuah acara pernikahan di India diduga menjadi kluster penyebaran virus corona Covid-19.

Geosiar
Ilustrasi sampel positif terinfeksi virus corona Covid-19. 

TRIBUNPALU.COM - Sebuah acara pernikahan di India diduga menjadi kluster penyebaran virus corona Covid-19.

Sang pengantin pria meninggal dunia satu hari setelah pernikahannya pada 17 Juni 2020 lalu.

Sementara 30 orang tamu yang menghadiri acara pernikahan tersebut positif terinfeksi virus corona.

Kabar itu membuat satu desa panik, sebab seluruh penduduk di desa itu menghadiri pesta pernikahan tersebut.

Pengantin pria yang menyelenggarakan acara pernikahan di wilayah Patna, bekerja di Gurgaon.

Pada 15 Juni 2020, dia datang dari Gurgaon menggunakan kendaraan pribadi dan langsung menuju ke tempat pernikahan di Naubatpur Patna.

Kasus Covid-19 di Jawa Timur Capai 10.532, Joko Widodo Beri Deadline Dua Minggu pada Khofifah Indar

Siapa yang Pertama Kali Mendapatkan Vaksin Corona, Jika Sudah Ditemukan? Ini Penjelasannya

Gejala Infeksi Listeria setelah Makan Jamur Enoki: Kelelahan, Nyeri Otot, hingga Kebingungan

Berdasarkan keterangan para penduduk desa, pengantin pria mengalami sakit bahkan ketika upacara pernikahan dilaksanakan.

Namun, prosesi pernikahan itu tetap berlangsung dan pengantin pria beserta istrinya diantar pulang ke rumah mereka.

Pada sore hari, pasca akad nikah itu, acara resepsi pernikahan besar digelar.

Banyak sekali tamu undangan yang datang untuk memenuhi undangan tersebut.

Keesokan harinya, kondisi pengantin pria semakin memburuk dan dia dibawa ke pusat kesehatan pemerintah setempat yang berlokasi di Paliganj.

Karena kondisinya tak kunjung membaik, dia dipindah ke All India Institute of Medical Sciences di Patna.

Namun, dia malah pingsan ketika kendaraan yang mengantarnya baru sampai di gerbang masuk tempat perawatan itu.

Tidak dilakukan tes

Setelah dia dinyatakan meninggal dunia, keluarganya membawa jasad pria itu pulang dan mengkremasi tanpa menginformasikan kepada otoritas kesehatan dan tanpa melakukan serangkaian tes apakah dia terkena virus corona atau tidak.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved