Kader Gerindra Diisukan Berada di Balik Perusahan Ekspor Benih Lobster, Ini Kata Sufmi Dasco Ahmad

Sufmi Dasco Ahmad menanggapi isu sejumlah nama kader Partai Gerindra yang dikabarkan berada di balik perusahaan eksportir benih lobster.

Kompas.com/Kristian Erdianto
Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (28/5/2018) 

TRIBUNPALU.COM - Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad menanggapi isu sejumlah nama kader Partai Gerindra yang dikabarkan berada di balik perusahaan eksportir benih lobster.

Sufmi Dasco Ahmad meminta agar informasi itu ditelusuri dengan baik.

"Saya minta kepada LSM dan tentunya dengan Tempo juga tolong dicek dengan benar," kata Dasco di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (6/7/2020).

Menurut informasi yang didapat Dasco, hanya ada satu dua perusahaan yang dimiliki kader Partai Gerindra.

Dasco menilai wajar pengajuan suatu perusahaan untuk menjadi eksportir benih lobster jika ditindaklanjuti sesuai prosedur yang berlaku.

"Karena dari sekian banyak, izin yang menurut informasi yang dikeluarkan, itu yang dimiliki misal kader Gerindra, tapi saya belum cek pasti ya, mungkin hanya 1 sampai 2," ujarnya.

"Ini kan bisnis murni, dari sekian puluh itu, pengajuan-pengajuan itu wajar saja ditindaklanjuti asal sesuai prosedur yang berlaku," imbuhnya.

Edhy Prabowo Cabut Larangan Ekspor Benih Lobster Era Susi Pudjiastuti, Apa Alasannya?

Tanggapan Edhy Prabowo soal Tudingan Ekspor Benih Lobster secara Sembunyi-sembunyi di Tengah Pandemi

Kementan Sebut Kalung Eucalyptus Bukan Antivirus, Tapi Aksesori Kesehatan: Tidak Ada Klaim Antivirus

Dokter: Penelitian Eucalyptus sebagai Antivirus Corona Covid-19 Masih Jauh

Sebelumnya, Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP), Edhy Prabowo, menyebut dibukanya kembali ekspor benih lobster dilakukan semata demi menyejahterakan rakyat.

Ekspor benur merupakan aktivitas terlarang di era Menteri KKP, Susi Pudjiastuti.

"Kita libatkan masyarakat untuk bisa budidaya (lobster). Muaranya menyejahterakan," kata Menteri Edhy dalam keterangan tertulisnya seperti dikutip Minggu (5/7/2020).

Kebijakan yang kembali menginzinkan ekspor benih lobster tertuang dalam Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 12 Tahun 2020.

Regulasi ini mengatur pengelolaan hasil perikanan seperti lobster (Panulirus spp.), kepiting (Scylla spp.), dan rajunfan (Portunus spp.).

Aturan ini sekaligus merevisi aturan larangan ekspor benih lobster yang dibuat di era Susi yakni Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 56 Tahun 2016.

Dalam penerapannya, kegiatan ekspor benur melibatkan perusahaan dan para nelayan.

Namun, perusahaan yang memiliki izin mengekspor benih lobster itu disorot lantaran banyak kader Gerindra, partai asal Edhy Prabowo, dibalik perusahaan itu.

Satu d iantaranya adalah PT Bima Sakti Mutiara, misalnya, hampir semua sahamnya dimiliki PT Arsari Pratama.

Komisaris Bima Sakti adalah Hashim Sujono Djojohadikusumo, adik Menteri Pertahanan Prabowo Subianto yang juga Ketua Umum Gerindra.

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Isu Kader Gerindra di Balik Perusahaan Ekspor Lobster, Dasco: Tolong Dicek dengan Benar
Penulis: chaerul umam

Sumber: Tribunnews.com
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved