Breaking News:

Virus Corona

WHO Menyatakan Banyak Negara 'Menuju ke Arah Salah' dalam Menangani Covid-19

WHO menyatakan, banyak negara yang "menuju ke arah yang salah" ketika menangani pandemi Covid-19.

Fabrice Coffrini/AFP/Getty Images via CNN
Dirjen WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus 

TRIBUNPALU.COM - Badan Kesehatan Dunia ( WHO) menyatakan, banyak negara yang "menuju ke arah yang salah" ketika menangani pandemi Covid-19.

Direktur Jenderal Tedros Adhanom Ghebreyesus menuturkan, kasus yang semakin meningkat menunjukkan langkah pencegahan tidak dijalankan.

Tedros memperingatkan jika pemerintah gagal mengambil langkah tegas sebagai pencegahan, maka pandemi Covid-19 bakal "semakin memburuk".

Benua Amerika disebut merupakan episentrum terbaru virus corona, dengan AS masih mengalami lonjakan kasus di tengah tensi tinggi Presiden Donald Trump dan pakar kesehatan.

WHO Beri Peringatan Menyusul Munculnya Satu Juta Kasus Baru Covid-19 dalam Lima Hari

WHO Laporkan Lebih 230 Ribu Kasus Baru Covid-19 di Dunia, jadi Angka Tertinggi Sejak Pandemi

AS, negara yang paling terdampak wabah di dunia, mencatatkan 3,3 juta penularan dengan 135.000 korban meninggal, menurut data Universitas Johns Hopkins.

Apa yang dikatakan WHO?

Dalam konferensi pers di Jenewa, Dr Tedros mengatakan "pesan rancu dari para pemimpin dunia" merendahkan kepercayaan publik untuk menangani wabah.

"Virus ini masih menjadi musuh nomor satu publik. Namun tindakan yang dilakukan pemerintah dan masyarakat tak mencerminkannya," keluhnya.

Dilansir BBC Senin (13/7/2020), dia menerangkan langkah seperti cuci tangan, social distancing, dan mengenakan masker harus mendapat perhatian serius.

Dia kemudian memperingatkan jika pemerintah dunia tidak menganggap serius berbagai protokol kesehatan itu, maka "kenormalan baru bisa jadi tidak dijumpai di masa mendatang".

Halaman
12
Editor: Lita Andari Susanti
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved