Breaking News:

Dugaan Kerja Paksa Uighur, AS Kembali Blacklist 11 Perusahaan China, Total Kini Ada 48 Perusahaan

Ini merupakan ketiga kalinya Amerika Serikat mem-blacklist perusahaan-perusahaan China atas dugaan kerja paksa terhadap etnis Uighur dan minoritas.

Pixabay via visiontimes.com
ILUSTRASI perang dagang antara AS dan China. 

TRIBUNPALU.COM - Hubungan antara Amerika Serikat dengan China diprediksi kembali tegang, khususnya dalam hal perang dagang.

Terbaru, Amerika Serikat kembali memasukkan sejumlah perusahaan China ke dalam daftar hitam atau blacklist.

Ini merupakan ketiga kalinya negeri Paman Sam memblacklist perusahaan China tersebut. 

Sebelumnya, total ada 37 entitas perusahaan yang juga dimasukkan ke daftar hitam karena terlibat indikasi penerapan kerja paksa terhadap etnik Uighur dan minoritas lain. 

Kini, Kementerian Perdagangan Amerika Serikat kembali memasukkan 11 perusahaan China ke daftar hitam.

Hal itu dilakukan AS karena perusahaan tersebut terindikasi melakukan pelanggaran hak asasi manusia (HAM) terhadap etnik Uighur di Provinsi Xinjiang.

Amerika Serikat Jadi Episenter Covid-19, Donald Trump Bersumpah Tak Akan Wajibkan Warga Pakai Masker

Kasus Covid-19 di China Kembali Meningkat, Tambahan 22 Kasus dalam 24 Jam

Per Sabtu 18 Juli 2020, Jumlah Kasus Covid-19 di Indonesia Lampaui China, Ini Penjelasan Epidemiolog

Kementerian mengatakan 11 perusahaan tersebut terlibat dalam penerapan kerja paksa eknik Uighur dan kelompok minoritas lain sebagaimana dilansir dari Nikkei Asian Review, Selasa (21/7/2020).

Perusahaan yang masuk daftar hitam tersebut tidak dapat membeli komponen atau barang dari perusahaan asal AS tanpa persetujuan pemerintah AS.

Perusahaan juga tidak bisa menjual barangnya ke AS.

Menteri Perdagangan AS, Wilbur Ross, mengatakan China secara aktif mempromosikan praktik kerja paksa.

Halaman
12
Editor: Rizkianingtyas Tiarasari
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved