Tetap Akrabi Data Covid-19 setelah Tak Lagi Jadi Jubir Pemerintah, Ini Tugas Baru Achmad Yurianto

Tak lagi tampil di layar kaca setiap hari sebagai jubir Pemerintah terkait penanganan pandemi, Achmad Yurianto ternyata masih mengkrabi data covid-19.

Tangkapan Layar BNPB
Achmad Yurianto 

Tak Punya Kepentingan Memanipulasi Data
Ahmad Yurianto menegaskan bahwa dirinya tidak memiliki kepentingan sedikitpun untuk memanipulasi data.

Yuri menjelaskan ada perbedaan data disampaikannya itu dikarenakan ada batas waktu pengumpulan yang berbeda disetiap daerah.

“Saya cut off time jam 12 WIB, provinsi lain ada yang cut uff timenya jam 4 sore, menunggu saya selesai pengumuman. Jadi yang saya umumkan data sampai jam 12, oleh provinsi yang diumumkan data sampai jam 4 sore. Ya pasti berbeda,” katanya.

Perbedaan ukuran data juga menjadi sebab adanya perbedaan data. Ia berujar selama ini pihaknya memakai data yang menjadi standar badan kesehatan dunia (WHO).

“Juga terkait ukuran data, data yang saya umumkan data yang menjadi standarnya WHO. Karena ini pandemi global harus ada data epidemiologis yang bisa dikaji secara global,”

“Salah satu contohnya WHO menyatakan data kasus yang meninggal yang diambil adalah data kasus yang terkonfirmasi positif. Sehingga kalau dipakai data kasus yang terduga juga, pasti jumlahnya lebih banyak,” katanya

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Tak Lagi Jadi Jubir Pemerintah, Achmad Yurianto Tetap Akrabi Data Covid-19, Begini Tugasnya Sekarang,

Sumber: Tribunnews.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved