Kabar Baik! Dua Kandidat Vaksin Covid-19 Kini Masuki Fase 3 Uji Klinis
Adapun vaksin yang dikembangkan di antaranya oleh perusahaan obat BioNTech, Pfizer dan Fosun Pharma China.
TRIBUNPALU.COM - Pandemi virus corona terus menginfeksi jutaan orang di dunia, dan pengembangan vaksin sangat dinantikan untuk menghentikan wabah ini.
Dua calon vaksin virus corona, seperti dikutip dari VOA Indonesia, Selasa (4/8/2020) telah memasuki tahap akhir pengujian pada minggu lalu.
Kini, seluruhnya ada lima vaksin yang sedang dalam tahap pengujian.
Diharapkan paling lambat pada akhir tahun ini para ilmuwan sudah dapat mengetahui apakah di antara vaksin-vaksin ini aman dan manjur untuk menghentikan Covid-19.
Tes vaksin telah dilakukan minggu lalu di 120 lokasi di seluruh dunia. Adapun vaksin yang dikembangkan di antaranya oleh perusahaan obat BioNTech, Pfizer dan Fosun Pharma China.
• Bakar Seprei dan Rusak TV Karena Tak Diberi Uang Ibunya, Pria di Jambi ini Dipenjara 1 tahun 8 Bulan
• Data Sebaran COVID-19 di Indonesia per 4 Agustus 2020: Kasus di Jatim dan DKI Jakarta Tembus 23 Ribu
Sementara itu, di Amerika Serikat, 89 tempat mengadakan tes untuk vaksin buatan Moderna.
Tes-tes tersebut adalah uji klinis terakhir sebelum akhirnya vaksin dapat disetujui.
"Setelah kita melewati percobaan ini, vaksinnya dapat kita berikan ke masyarakat umum dan memproduksinya secara massal," kata Frank Eder yang memimpin penelitian di situs Moderna di New York.
Kendati demikian, sebelum itu dilakukan, uji coba ini juga akan mengukur seberapa baik vaksin Covid-19 bekerja dan seberapa aman vaksin diberikan kepada manusia.
Meski teknik-teknik baru membantu menyiapkan ampul-ampul vaksin dalam waktu singkat, para pejabat mengatakan semua pemeriksaan keamanan normal harus dilakukan.
Dokter ahli penyakit menular Universitas Vanderbilt, William Schaffner mengatakan tes yang baru dimulai adalah bagian penting dari proses itu.
"Ini adalah vaksin dengan teknologi baru untuk virus baru pada manusia. Kita harus sangat berhati-hari dengan hal itu dan meneliti keamanan vaksin dengan sangat baik," ujar Schaffner.
Lebih lanjut Schaffner mengatakan informasi itu didapat dari percobaan yang besar, yang disebut sebagai percobaan 'fase tiga'. Percobaan ini yang saat ini sedang berlangsung.
Uji coba fase 3 tersebut melibatkan puluhan ribu partisipan, untuk melihat adakah efek samping yang kurang baik dari vaksin Covid-19 yang dikembangkan.
Vaksin lain yang telah memasuki fase 3 yakni yang dikembangkan Universitas Oxford danm perusahaan obat AstraZeneca.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palu/foto/bank/originals/ilustrasi-vaksin789.jpg)