Ramai Fetish Kain Jarik di Media Sosial, Gilang 'Bungkus' Dikeluarkan dari UNAIR
G yang sebelumnya merupakan mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya itu disebut sudah melanggar etik dan mencoreng nama baik UNAIR.
TRIBUNPALU.COM - Belum lama ini, ramai soal kasus dugaan pelecehan melalui tindakan fetish bungkus kain jarik di media sosial.
Setelah ter-blow up, sejumlah orang pun turut mengaku pernah menjadi korban.
Kini, sosok Gilang atau G, pelaku fetish bungkus kain jarik akhirnya dikeluarkan dari Universitas Airlangga (Unair) Surabaya.
G yang sebelumnya merupakan mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya itu disebut sudah melanggar etik dan mencoreng nama baik UNAIR.
Ketua Pusat Informasi dan Humas Unair, Suko Widodo menjelaskan, sebelum dikeluarkan, pihak kampus telah meminta keterangan pelaku dan orangtuanya.
"Pihak wali mahasiswa menyesali perbuatan putranya dan menerima apa pun keputusan pihak kampus," ucap Suko saat dikonfirmasi, Rabu (5/8/2020).
• Berencana Temui Umi dan Krisdayanti, Atta Halilintar Minta Restu Nikahi Aurel Hermansyah
• Sosok Gilang Bungkus Jadi Viral di Media Sosial, Yuk Kenali Apa Itu Fetish
• Kata Psikolog Soal Banyaknya Korban Fetish Gilang: Nama UNAIR Jadi Kedok untuk Buat Orang Percaya
• Pandemi COVID-19: 24 Ribu Tenaga Kesehatan di Afrika Selatan Terinfeksi Virus Corona
• SILET Ditegur KPI karena Tayangkan Barang Mewah Milik Sosialita Jakarta
Tindakan G dianggap mencoreng nama baik UNAIR sebagai institusi pendidikan yang menjunjung tinggi nilai-nilai moral.
Pertimbangan lainnya, pihak kampus juga memperhatikan pengaduan sejumlah korban yang merasa dilecehkan dan direndahkan martabatnya oleh G.
"Jika memang memenuhi unsur kriminal, kami menyerahkan sepenuhnya kasus ini kepada penegak hukum," ujar Suko.
Sebelumnya diberitakan, sebuah utas tautan berisi curhat seorang mahasiswa viral di media sosial Twitter sejak Kamis (30/7/2020).
Pemilik akun mengaku korban predator "Fetish Kain Jarik" oleh seorang mahasiswa Universitas Airlangga Surabaya (Unair) berinisial G.
Peristiwa itu terjadi saat korban menjadi peserta mahasiswa baru.
Korban dan pelaku berkuliah di kampus yang berbeda.
G tiba-tiba mem-follow akun Instagram korban dan dari situ keduanya intens berkomunikasi.
G meminta korban bersedia dibungkus dengan kain jarik selama tiga jam layaknya jenazah manusia yang meninggal dunia.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palu/foto/bank/originals/fetish-gilang.jpg)