Breaking News:

14 ASN Terancam Dicopot Bupati Gowa dari Jabatannya Jika Tidak Fasih Baca Alquran dalam Enam Bulan

14 pejabat baru Pemerintah Kabupaten Gowa tersebut terancam diberhentikan dari posisinya jika masih tidak fasih membaca Alquran dalam 6 bulan ke depan

Tribun Timur/Ari Maryadi
Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan. Foto diambil pada Senin (16/3/2020). 

TRIBUNPALU.COM - Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan mengancam akan mencopot jabatan 14 ASN yang tidak fasih membaca Alquran.

14 pejabat baru Pemerintah Kabupaten Gowa tersebut terancam diberhentikan dari posisinya jika masih tidak fasih membaca Alquran dalam enam bulan ke depan.

"Ada 14 yang tidak fasih membaca Alquran. Bahkan ada yang tidak mengenal huruf," kata Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan di kantor Bupati Gowa, Senin (31/8/2020).

Sebelumnya saat tes kompetensi membaca Alquran bagi ASN peserta seleksi lelang jabatan Pemkab Gowa, ditemukan sebanyak 14 pejabat baru Pemkab Gowa yang tidak fasih membaca Alquran.

Adnan melanjutkan, kemampuan fasih membaca Alquran menjadi persyaratan wajib bagi ASN yang akan promosi jabatan khusus yang beragama Islam.

Pendaftaran Gelombang 6 Kartu Prakerja Ditutup Siang Tadi, Gelombang 7 Segera Dibuka Pekan Ini

Achmad Yurianto : Vaksin Covid-19 untuk Memutus Penularan, Bukan untuk Imunisasi

Semprot Komnas PA yang Fokus Soal Polemik Anjay, Wakil Ketua DPR: Larangan yang Tak Ada Manfaatnya

Namun, lanjut Adnan, 14 pejabat baru Pemkab Gowa tersebut tetap dilantik dengan syarat belajar membaca Alquran dalam enam bulan ke depan.

"Karena nama-nama tersebut sudah ke luar dari Kemendagri, maka 14 orang tersebut kami beri waktu enam bulan untuk belajar," ujar Adnan.

Bupati termuda di kawasan timur Indonesia itu menegaskan, 14 pejabat baru akan diberhentikan jika tidak fasih membaca Alquran dalam kurun waktu enam bulan ke depan.

14 pejabat baru tersebut telah bertanda tangan menyatakan kesediaannya dicopot jika belum fasih membaca Alquran ke depan.

Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan, Senin (16/3/2020)
Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan, Senin (16/3/2020) (Tribun Timur/Ari Maryadi)

"Jika dalam waktu enam bulan belum fasih, maka mereka bersedia dicopot berdasarkan surat pernyataan yang telah ditandatangani di atas materai oleh 14 orang itu," kata Adnan.

Halaman
12
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved